Kompas.com - 02/05/2015, 16:39 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorAlvin Dwipayana


SEMARANG, KOMPAS.com - Anda yang memiliki penghasilan, tentu sebaiknya menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Akan tetapi, penting juga bagi Anda untuk dapat menyisihkan pendapatan yang diinvestasikan guna memperoleh keuntungan di masa depan.

Saat ini ada banyak instrumen investasi yang hadir di pasaran dan dapat Anda pilih. Selain itu, di masa kini pun semakin banyak kaum muda, baik pria maupun wanita mulai menyadari pentingnya menyisihkan penghasilan untuk diinvestasikan. Bahkan, tidak jarang kaum muda telah berani berinvestasi melalui instrumen yang berisiko tinggi, misalnya saham.

Tentu saja, Anda harus memilih instrumen investasi sesuai dengan dana yang Anda miliki. Akan tetapi, instrumen apa yang sebaiknya Anda pilih?

"Di pasar modal ada beberapa macam investasi. Yang baru kerja tapi ingin berinvestasi, biasanya membeli rumah dulu, mengamankan rumah dulu. Berdasarkan survei, rumah itu investasi yang paling menguntungkan dari tahun ke tahun," ujar Nawi Ho, Head of Planning Investment Management PT Asuransi Sinarmas MSIG dalam seminar investasi di Hotel Novotel Semarang, Jumat (24/4/2015).

Apabila dibuat dalam persentase, lanjut Nawi, maka investasi berupa properti memiliki persentase 40 persen sebagai instrumen investasi yang paling menarik. Kemudian, investasi berupa deposito dan obligasi memperoleh persentase sebesar 30 persen, diikuti instrumen investasi reksadana dan saham masing-masing 20 persen dan 10 persen.

Menurut Nawi, saat ini sebetulnya semakin besar kesempatan bagi masyarakat, apalagi kaum muda untuk mengakses instrumen investasi. Asalkan, instrumen investasi yang dipilih disesuaikan dengan dana yang dimiliki untuk diinvestasikan.

"Ada beberapa produk investasi yang bisa kita akses. Bahkan, investasi di saham atau obligasi pun bisa dilakukan dengan dana yang jumlahnya tidak terlalu besar lewat reksadana," tutur Nawi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nawi menyarankan, berinvestasi memang tidak ada salahnya karena menawarkan banyak keuntungan. Akan tetapi, ada baiknya Anda memperhatikan jenis investasi yang akan dipilih dan tidak mudah tergiur dengan instrumen investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu yang singkat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.