Kompas.com - 30/07/2015, 18:00 WIB
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com - Para insan mode pasti tak asing lagi dengan tas Birkin Hermès yang begitu terkenal dan sangat legendaris. Tas ini pun menjadi salah satu tas yang menjadi favorit para selebriti. Jane Birkin, model dan penyanyi asal Inggris merupakan sosok yang menjadi inspirasi di balik tas Hermès yang terkenal tersebut.

Akan tetapi, Birkin baru saja meminta kepada pihak Hermès untuk menamai ulang tas favorit wanita di dunia tersebut. Permintaan Birkin tersebut dilayangkan setelah ia membaca informasi dari PETA yang merupakan asosiasi perlindungan satwa tentang praktik pemotongan buaya-buaya secara kejam untuk diambil kulitnya sebagai bahan pembuat tas tersohor itu.

Menurut informasi PETA, praktik kejam terhadap buaya-buaya tersebut terjadi di penangkaran buaya di Texas, Amerika Serikat hingga Zimbabwe. PETA menyatakan bahwa setidaknya dibutuhkan dua hingga tiga ekor buaya untuk membuat sebuah tas Birkin Hermès yang memang berbahan baku kulit buaya.

"Saya telah diperingatkan tentang praktik kejam yang harus dialami oleh buaya-buaya dalam proses pemotongan guna untuk produksi tas-tas Hermès yang menyandang nama saya. Saya telah meminta kepada Hermès Group untuk menamai ulang tas Birkin hingga adanya praktik pemotongan yang lebih baik sebagai respon dari norma internasional yang dapat diimplementasikan dalam produksi tas ini," demikian pernyataan Birkin.

Adapun pihak PETA melalui Ingrid Newkirk, sang pendiri merilis pernyataan pula terkait dengan permintaan Birkin. Menurut Newkirk, pihaknya amat berterima kasih dengan Birkin atas keputusannya untuk mengakhiri asosiasinya dengan Hermès usai membaca informasi dari PETA tentang praktik penangkaran dan pemotongan buaya-buaya dengan cara yang kejam.

"Kami meminta Hermès untuk menghentikan menjarah buaya-buaya dari kehidupan alam liar untuk keperluan industri dan memotong mereka hanya untuk diambil kulitnya. Saat ini tas-tas Birkin dikenal sebagai tas para selebriti dan sosialita, namun nanti tidak akan ada orang yang mau mengenakannya setelah mengetahui apa yang terjadi. Kemudian, para pembela satwa akan bernapas lega," tegas Newkirk.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Glamour
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.