Kompas.com - 11/08/2015, 11:00 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf
KOMPAS.com -- Bercinta seharusnya menjadi ritual yang dinanti oleh suami dan istri guna memperkuat jalinan cinta sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, beberapa sifat yang kerap dilakukan pria saat bercinta tanpa disadari malah mengurangi kepuasan dan gairah yang seharusnya terbangun.

Nah, apa saja sebetulnya sifat-sifat para pria yang harus dihindari kala bercinta? Berikut ini penjelasannya. Pertama, pria seringkali terlalu fokus pada orgasme. Kondisi ini disebabkan karena media sering menggadangkan sensai orgasme sehingga menciptakan anggapan kalau orgasme merupakan sebuah hal yang wajib dicapai saat bercinta.

Menurut Christine Milrod, seorang peneliti dan terapis seks berlisensi, sah-sah saja memberikan sesuatu yang Anda pikir merupakan kepuasan utama dan bagian terbaik dari bercinta. Namun, terlalu fokus hingga terobsesi pada orgasme bukan merupakan sebuah sikap dan pemikiran yang baik.

"Ini adalah momok yang seringkali berujung pada kecemasan terkait performa di ranjang hingga disfungsi ereksi. Seringkali hal ini terjadi pada pria muda yang masih sehat secara fisik. Ini juga dapat membuat pasangan merasa tertekan dan memiliki kewajiban untuk orgasme," ungkap Milrod, yang juga merupakan salah satu editor Cultural Encyclopedia of Penis.

Solusinya, Milrod menyarankan Anda untuk tidak terlalu banyak berpikir tentang pentingnya orgasme. Jangan menduga-duga saat bercinta dan pahamilah bahwa tidak semua orang mampu berorgasme.

Selain itu, hal lain yang lebih penting adalah menikmati sesi bercinta itu sendiri tanpa memiliki kewajiban untuk orgasme atau tidak. Sifat kedua yang harus dihindari adalah melewatkan sesi foreplay. Perlu dipahami bahwa pria dan wanita mencapai gairah dengan cara yang berbeda.

"Banyak pria meyakini bahwa penetrasi akan membuat wanita mencapai orgasme," jelas Milrod.

Faktanya, banyak wanita tidak mencapai orgasme vaginal dan sebagian wanita membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk foreplay guna mencapai gairah fisik yang seutuhnya. Tanpa "sesi pemanasan" ini, wanita akan kekurangan lubrikasi natural yang akhirnya menurumkan sensitivitas kulit.

Solusinya, luangkan waktu tambahan selama 20 menit untuk sesi pemanasan. Kreativitas Anda pun sangat diperlukan, baik dalam bentuk pemijatan, aktivitas seks oral, atau sentuhan. Selain itu, foreplay juga bisa dilakukan dengan berkirim pesan singkat seksi atau kencan berdua ditemani suasana yang romantis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.