Kompas.com - 19/08/2015, 21:00 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com –- Sebuah studi menemukan bahwa masih banyak pasangan menikah yang enggan ciuman mesra saling berpelukan. Bahkan, hasil studi juga mengatakan, masih banyak suami istri yang sungkan untuk ekspresikan cinta dengan saling berciuman mesra di ruang publik. Alasannya, hal tersebut dianggap membuat orang lain tidak nyaman dan cenderung memalukan.

Studi yang dihelat oleh Indiana University ini mempelajari gaya bermesraan sejumlah pasangan suami istri dari 168 latar budaya yang berbeda-beda. Salah satu hasil studi menunjukkan hanya 46 persen yang mengatakan bahwa berciuman dengan penuh hasrat merupakan hal yang lazim.

Menurut penulis studi, Justin Garcia, yang juga seorang peneliti di Kinsey Institute, Indiana University, mengatakan bahwa berciuman masih dianggap tabu di sejumlah budaya di dunia, meskipun yang melakukannya adalah pasangan yang telah resmi menikah.

“Berciuman, seperti kita ketahui, terjadi pertemuan antara feromon, saliva, dan patogen dari bibir satu orang ke orang lain. Pada sejumlah lingkungan sosial, hal tersebut berisiko tinggi tanpa sebelumnya membersihkan mulut atau menggosok gigi. Sebab, untuk mereka berciuman bisa menyebarkan bibit penyakit,” ujar Garcia.

Para peneliti melakukan hipotesa yang menyatakan bahwa pada beberapa budaya di dunia, pasangan menikah bahkan tidak saling berciuman. Sebab, hal tersebut dipandang sebagai perilaku yang menyimpang!

Aktivitias berciuman mesra dan erotis, menurut hasil penelitian, dianggap tidak lazim di budaya Timur Tengah. Sebab, hanya 10 dari keseluruhan budaya yang ada di Timur Tengah, yang menerapkan ciuman sebagai ekspresi cinta antara suami dan istri.

Lalu, budaya berciuman lebih banyak ditemukan di daratan Eropa dan Amerika Serikat. sebanyak 55 persen budaya di Amerika Utara, 70 persen budaya di Eropa, dan 73 persen di Asia, memandang berciuman penuh gairah bersama pasangan merupakan sesuatu yang wajar dan bagian dari keseharian mereka.

Kemudian, Garcia dan rekan kerja menemukan fakta menarik, saat kompleksitas dalam sebuah lingkungan sosial terbilang tinggi maka peluang pasangan lebih sering berciuman sangat tinggi.

“Pasangan suami istri, pada segala budaya, semestinya bisa menerima bahwa ciuman bukan sesuatu yang tabu.  Ciuman merupakan ekspresi tertinggi dari rasa cinta dan kasih sayang antar anak manusia,” imbuh Garcia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.