Kompas.com - 31/08/2015, 16:38 WIB
Penyerahan novel Vittoria oleh Candra Gautama, editor dari Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Kompas Gramedia, pada dua penulis Vittoria Eufrasia Vieira (EV) dan Les D. Soeriapoetra, di acara peluncuran buku Vittoria di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015). KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARIPenyerahan novel Vittoria oleh Candra Gautama, editor dari Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Kompas Gramedia, pada dua penulis Vittoria Eufrasia Vieira (EV) dan Les D. Soeriapoetra, di acara peluncuran buku Vittoria di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com --
Ditengah konflik yang berkecamuk antara Timor Timur (Timor Leste sebelum merdeka) dan Indonesia di tahun 1999, ada sepenggal kisah cinta indah antara dua anak manusia dengan latar belakang yang berbeda.

Andrea, pria yang berprofesi sebagai wartawan dari Indonesia bertemu dengan cinta sejatinya, Helena, putri Timor Timur yang menjalani kehidupan penuh kegetiran karena konflik berkepanjangan di daerah asalnya.

Tantangan cinta dua anak manusia tersebut memiliki latar belakang sejarah penting antara Indonesia dengan Timor Leste pada tahun 1975 dan tahun 1999.

Cerita romantis antara Andrea dan Helena menjadi jalan cerita utama dalam buku terbaru karya Eurfasia Vieria, yang berjudul Vittoria Helena's Brown Box.

Eufrasia Vieria, penulis wanita berdarah Timor Leste serta rekan penulis, Les D. Soeriapoetra, mengklaim bahwa karya mereka ini merupakan buku pertama yang diterbitkan dengan latar belakang sengketa antara Timor Leste dan Indonesia yang terjadi selama belasan tahun silam.

Pada acara peluncuran buku Vittoria Helena's Brown Box di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta (31/8/2015), Eufrasia mengatakan bahwa ide cerita dan gagasan menulis buku ini muncul beberapa tahun silam, ketika dia sedang duduk di dapur kecilnya di London, Inggris.

Lalu, Eufrasia juga mengatakan bahwa kisah ini juga terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata keluarganya yang mengalami konflik di Timor Timur pada tahun 1999.

"Buku ini bukan buku sejarah, tetapi berlatar belakang sejarah, yang membedakan kisah asmara dari buku lainnya adalah masa yang penuh kebencian, kekerasan, dan aksi kekejian. Ketika ada kisah cinta dari sepasang anak manusia dengan latar belakang yang berbeda tentunya sangat menarik," ujar Rosiana Silalahi, yang hadir sebagai pembahas di peluncuran buku.

Eufrasia menuturkan, bukunya ini memiliki tujuan untuk perdamaian serta kerukunan antara Timor Leste dan Indonesia yang semakin erat. "Buku ini ada untuk membantu dan terhubung dengan orang-orang yang mengalami hal yang sama. Untuk membangun negara dan masa depan yang lebih baik," terang Eufrasia.

Seluruh kisah cinta di masa peperangan antar dua anak manusia dituangkan oleh Eufrasia pada 472 halaman buku yang sudah hadir di seluruh toko buku Gramedia, dan dibanderol dengan harga Rp 85.000. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.