Kompas.com - 07/09/2015, 14:55 WIB
Tren mengganti makanan dengan energi matahari sedang gandrung di antara para wanita Hongkong DAILY MAILTren mengganti makanan dengan energi matahari sedang gandrung di antara para wanita Hongkong
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com –-
Diet dan olahraga merupakan kombinasi paling efektif bagi Anda yang sedang ingin mengurangi berat badan. Namun, wanita Hongkong memilih cara lain yang relatif unik tetapi sedang menjadi tren hangat.

Sekarang, para wanita Hongkong sedang gandrung menutrisi diri dengan sinar matahari. Berdasarkan laporan dari Oriental Daily, kini ada banyak sekali wanita yang berdiri di luar ruangan menjelang matahari tenggelam. Tujuan mereka bukan karena ingin menikmati keindahan dari matahari tenggelam, melainkan mereka percaya bahwa dengan sinar matahari dapat menggantikan nutrisi dari makanan dan meningkatkan kualitas tidur, serta daya penglihatan.

Alih-alih menerima energi langsung makanan, yang menurut mereka membuat tubuh dapat gemuk, maka para wanita Hongkong percaya akan konsep diet "mengonsumsi matahari" untuk mendapatkan energi solar,  guna mengurangi kebutuhan tubuh akan makanan.

Rata-rata wanita Hongkong yang melakukan konsep diet ini adalah wanita berusia 20-30-an. Banyak juga yang mengklaim mereka melakukan konsep diet ini karena alasan kesehatan, bukan ingin menurunkan bobot tubuh.

"Kami menatap matahari untuk menggantikan makanan. Sebagian dari kami yang telah berhenti melakukan terapi ini, makan lebih sedikit, ada pula yang tak makan sama sekali," ujar seorang wanita pada Oriental Daily.

Konsep diet ini memerlukan waktu untuk berdiri menghadap matahari selama 10 detik di hari pertama. Kemudian, terus menambahkan sepuluh detik dalam hari-hari selanjutnya, hingga mencapai 44 menit dalam sembilan bulan.

Namun demikian, seorang spesialis dermatologis, Hou Xuang Jun, mengatakan bahwa tren diet ini sebenarnya berbahaya. "Bahkan meski sudah mengenakan tabir surya, hanya dapat mencegah bahaya lima sampai enam persen. Tak hanya luka bakar, ini juga beresiko kanker kulit yang serius," .

Selain tu, ahli medis juga memperingatkan masih ada bahaya lainnya yang umum terjadi pada mata dan penglihatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Dailymail
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.