Kompas.com - 26/09/2015, 15:09 WIB
Saat ini banyak pria yang mengalami kerontokan rambut cukup parah akibat kebiasaan mencepol rambut. COSMOPOLITAN.CO.UKSaat ini banyak pria yang mengalami kerontokan rambut cukup parah akibat kebiasaan mencepol rambut.
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com - Kabar menyedihkan bagi Anda para wanita pencinta pria berambut panjang, atau pria yang sering mencepol rambutnya. Pasalnya, para ahli mengungkapkan bahwa pria yang gemar menata rambut seperti ini memiliki risiko tinggi akan kebotakan akut.

Hal tersebut dinyatakan oleh Dermatologis Sabra Sullivan yang mengatakan bahwa saat ini banyak pria yang mengalami kerontokan rambut cukup parah akibat kebiasaan mencepol rambut.

Kerontokan tersebut dinamakan traction alopecia, di mana kerontokan tersebut sebenarnya disebabkan oleh daya tarik yang terlalu kuat pada akar rambut. Secara otomatis, kunciran yang terlalu kencang dan membentuk cepol sebenarnya menimbulkan daya tarik luar biasa pada rambut, dan akhirnya menyebabkan kebotakan akut.

"Ini benar-benar sering terjadi," ujar Sullivan. "Saya biasanya melihat hal ini sekali atau dua kali dalam seminggu. Para pria menarik rambut sampai dari akar, yang harusnya tak boleh sering dilakukan pada rambut," tambahnya.

Kabar bertambah buruk, karena ternyata kerontokan rambut akut ini bukan hanya terjadi pada pria, melainkan bagi siapa pun yang senang menguncir atau mengepang rambut terlalu kencang.

Untuk mengakali problem kebotakan akut ini, Sullivan menganjurkan agar menghindari model tatanan rambut cepol di belakang kepala. Sebaliknya, cobalah untuk mencepol rambut di atas kepala tanpa harus menariknya terlalu kencang. Tatanan rambut cepol memang akan menjadi lebih longgar, tetapi selain mendapatkan gaya yang lebih santai, akar rambut senantiasa terhindar dari "penderitaan". Cobalah untuk lebih sering menggerai rambut guna menghindari kerontokan dan patahnya batang rambut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.