Kompas.com - 02/10/2015, 13:10 WIB
Graham Villiers-Thuthill bersama Uji 'Hahan' Handoko Eko Saputro saat acara konferensi pers kampanye dok.irisGraham Villiers-Thuthill bersama Uji 'Hahan' Handoko Eko Saputro saat acara konferensi pers kampanye "Together We are More" pada pertengahan September lalu.
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com- Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional, bersama seorang legenda visual-art, Uji 'Hahan' Handoko Eko Saputro, Guinness meluncurkan kampanye "Together We are More" pada pertengahan September lalu. Uji Hahan membawa arti baru pada pola batik yang ikonik untuk memberi pengertian yang lebih mendalam akan makna dibalik pola batik.

"Batik adalah suatu bentuk ekspresi yang unik dari 'Unity in Diversity' dan kami sangat senang untuk bisa membawa sesuatu yang baru pada perayaan ini dengan memberikan tempat bagi masyarakat untuk membuat pernyataan di sosial media tentang perasaan bangga mereka," ujar Graham Villiers-Thuthill, Guinness Representative untuk Indonesia. Jika Anda ingin menunjukkan rasa bangga dan ingin mengetahui pola batik seperti apa yang merepresentasikan kepribadian, cobalah untuk menyempatkan diri mengakses aplikasinya di: www.facebook.com/guinnessindonesia.

Hari Batik Nasional yang dirayakan Guinness merupakan bagian dari kampanye "Together We Are More" yang juga merupakan sebuah perayaan makna "Unity in Diversity". Melalui kampanye ini dan dalam semangat mempersatukan keragaman di Indonesia, Guinness berkolaborasi dengan tujuh figur kreatif yang memiliki karakter kuat dan progresif, dimana tergabung dalam sebuah creative council. Para anggota yang termasuk diantaranya sutradara film Joko Anwar, legenda street-art Uji Hahan, sosok kreatif di komunitas motor besar Veroland, musisi berbakat kelompok Jogja Hip Hop Foundation, blogger Triski Nurani, chef Andrian Ishak serta penata gaya Lilian Ng.

Enam desain epik yang tercipta masing-masing terinspirasi dari asal-usul etnik itu sendiri, ditambah nilai-nilai persona  dari tradisi sebagai simbol lokal. "Hal ini juga sekaligus menjadi perayaan dari sebuah kelompok yang lebih besar. Semua ini adalah bentuk nyata dari 'Unity in Diversity'. Selain itu Uji 'Hahan' Handoko Eko Saputro sebagai sosok seniman berbakat berhasil menggabungkan berbagai pengaruh yang didapat dan mengolahnya ke dalam karya seni yang terinspirasi oleh tradisi. Uji memberikan energi ke dalam setiap desainnya  dan kami berharap hasilnya akan memberi makna serta pengertian yang lebih luas serta bagi masyarakat Indonesia agar lebih mampu menghargai batik sebagai nilai budaya leluhur," tambah Graham lagi.

Ada enam desain aplikasi "Show Your Batik Style" yang dapat merepresentasikan gaya Anda. The Dreamer yang berasal dari motif Mega Mendung, Jawa, The Joker dari motif batik Jambi, The Adventurer dari seni pahat suku Asmat, Papua, The Guardian, dari batik benang bintik Kalimantan, The Rebel yang merupakan gabungan batik Bali dan motif singa barong, dan The Magnet yang terinspirasi dari seni pahat Toraja, Sulawesi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.