Kompas.com - 06/10/2015, 19:30 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com -- Dalam menjalani kehidupan pernikahan, seks merupakan salah satu "bumbu" penting untuk menyempurnakan kebahagiaan dan kemesraan dengan pasangan. Namun, tidak sedikit orang mengalami permasalahan dalam mencapai kepuasan dan kebahagiaan seks. Di Inggris saja, empat dari sepuluh orang menderita kehilangan gairah seks.

Untuk mengatasi permasalahan dalam mencapai kepuasan seks, maka diperkenalkan sebuah prosedur yang dilakukan dengan cara menginjeksikan cairan plasma ke alat reproduksi pasien guna memperbaiki libido. Untuk memperoleh prosedur ini, maka pasien dikenakan biaya sebesar 1.200 poundsterling atau setara sekitar Rp 26 juta.

Mengutip The Sun, cara kerja injeksi ini serupa dengan injeksi vampire facial yang dilakukan oleh selebriti Kim Kardashian. Beberapa waktu lalu, Kim mengunggah foto diri yang menampilkan wajahnya dilumuri darah untuk menghilangkan keriput. Darah diinjeksi dari bagian tubuh kemudian dilumuri ke wajah.

Teknik yang sama pun dikembangkan untuk meningkatkan kepuasan seks dan kini sudah mulai diperkenalkan di Inggris. Kabarnya, baru 30 orang warga Inggris yang telah mencoba injeksi O Shot untuk wanita dan P Shot untuk pria. Layaknya vampire facial, plasma yang mengandung protein tinggi diekstraksi dari darah pasien kemudian diinjeksikan ke penis atau klitoris.

Sel-sel dan stem cell yang berkembang di dalam plasma diyakini mendorong pertumbuhan dan kekuatan ereksi pada kaum pria. Sementara itu, kedua sel tersebut juga memperbaiki kepuasan dan performa seks keseluruhan bagi para wanita. Injeksi ini memakan waktu tidak lebih dari lima menit dan keseluruhan prosedur hanya berlangsung selama sekitar satu setengah jam.

"Klien-klien saya mengatakan bahwa mereka melihat perbaikan yang signifikan dalam kehidupan seks mereka. Gairah seks meningkat, wanita dapat mencapai orgasme, dan dapat membantu banyak kondisi disfungsi seksual," ujar Dr Shirin Lakhani dari klinik Elite Aesthetics di Greenhithe, Kent, Inggris.

Namun, dr Lakhani menjelaskan pula bahwa prosedur ini pun memiliki efek samping. "Efek sampingnya adalah beberapa bengkak dan sedikit terjadi pendarahan, sama seperti yang terjadi ketika melakukan injeksi lainnya," terang dr Lakhani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Sun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.