Kompas.com - 06/10/2015, 21:07 WIB
Label ritel American Apparel menyatakan bangkrut REUTERSLabel ritel American Apparel menyatakan bangkrut
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com --
American Apparel Inc, perusahaan ritel mode yang memproduksi busana kasual untuk pria dan wanita, mengajukan proteksi kebangkrutan pada Senin (5/10/2015). Pasalnya, bisnis American Apparel terlilit utang, mengalami penurunan penjualan yang drastis, protes karyawan, dan perselisihan hukum dengan mantan CEO serta pendiri, Dov Charney.

Petisi pengajuan proteksi kebangkrutan atau Chapter 11 oleh Pengadilan Pailit Federal di negara bagian Delaware. Kebangkrutan yang dialami American Apparel dimulai sejak tahun 2009 di mana perusahaan asal Los Angeles tersebut mulai tidak memperoleh laba. Tidak hanya American Apparel, tidak sedikit perusahaan ritel mode di Amerika Serikat tidak mampu lagi mengimbangi persaingan yang kian ketat.

American Apparel pun merupakan salah satu dari perusahaan ritel yang masih sepenuhnya menjalankan kegiatan produksi di Amerika Serikat. Meskipun dinyatakan bangkrut, tapi pihak American Apparel menyatakan bahwa operasional manufaktur tetap berjalan normal di bawah proses restrukturisasi dengan para kreditor.

Pihak American Apparel menargetkan untuk memangkas utang menjadi 135 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 1,9 triliun dari sebelumnya 300 juta dollar AS atau Rp 4,3 triliun. Pemangkasan utang tersebut dilakukan dengan cara mengurangi surat utang dengan jumlah lebih dari 200 juta dollar AS atau Rp 2,9 triliun yang disubstitusi dengan permodalan.

Pihak kreditor American Apparel akan menyediakan pendanaan sekitar 90 juta dollar AS atau setara Rp 1,3 triliun dan permodalan baru sebesar 70 juta dollar AS atau setara Rp 1 triliun. Proses restrukturisasi ini akan selesai setidaknya sekitar enam bulan.

Kebangkrutan American Apparel dianggap tidak mengejutkan. Pasalnya, pihak label mode ritel tersebut menyatakan tidak memiliki permodalan yang cukup untuk melanjutkan kegiatan operasional dan produksi hingga 12 bulan ke depan. Hingga hari Jumat (2/10/2015), harga saham American Apparel ditutup pada posisi 11,2 sen per lembar saham dan valuasi pasar mencapai 20,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 299 miliar.

Tidak hanya itu, American Apparel pun harus bersaing dengan label mode ritel lainnya seperti H&M, Forever 21, dan Zara yang melakukan kegiatan manufaktur di luar negeri asal dan mencatat pertumbuhan yang pesat. Selain itu, peritel online seperti Amazon juga mewarnai persaingan di industri mode ritel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.