Kompas.com - 13/10/2015, 08:00 WIB
Dengan keterbatasan fisik sebagai penyandang disabilitas, Kendra Hager berhasil terpilih sebagai Prom Queen. REDBOOKMAG.COMDengan keterbatasan fisik sebagai penyandang disabilitas, Kendra Hager berhasil terpilih sebagai Prom Queen.
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com -
Tradisi pesta sekolah pada para pelajar di Amerika Serikat begitu kental. Pada setiap pesta sekolah, biasanya akan dipilih Prom Queen dan Prom King atau Ratu dan Raja Pesta Sekolah yang dianggap berpenampilan atau memiliki kepribadian paling menarik di antara teman-temannya. Tidak mengherankan, para siswa dan siswi pun bakal berlomba-lomba untuk terpilih menjadi Raja dan Ratu.

Namun, sebuah sekolah di Amerika Serikat menciptakan perbedaan dengan menobatkan seorang siswi penyandang disabilitas sebagai seorang Ratu di pesta sekolah.

Sejak Kendra Hager (18) dinobatkan sebagai Ratu pada pesta sekolah di St Albans High School di West Virginia pekan lalu, dia tidak pernah melepaskan tiara yang disematkan di kepalanya.

"Saya sering mendapati dia memandangi diri sendiri di cermin sambil mengenakan tiara dan dia sangat cemas setiap kali teman-temannya ingin mencoba mengenakan tiaranya itu. Dia bahkan bertanya apa ia harus mengenakan tiara setiap hari ke sekolah," ujar Tessa Walkup, ibunda Kendra.

Satu hal yang membuat Tessa bersyukur di tempat putrinya bersekolah adalah teman-teman Kendra tidak memperlakukannya berbeda dengan yang lainnya. Bahkan, dia pun memperoleh dukungan dari teman-temannya sesama pemandu sorak.

"Penantiannya cukup mendebarkan. Namun, ketika namanya disebutkan, setiap orang bersorak dan bergembira. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa sangat bangga, bahagia, sekaligus menangis terharu," tutur Tessa.

Tidak hanya kendra, seorang gadis penyandang disabilitas lainnya, Sarah Neslund, pun dinobatkan sebagai Ratu pesta sekolah di Carlisle High School di Pennsylvania oleh teman-temannya.

Ketika namanya disebutkan, senyuman tidak lepas menghiasi wajah Sarah. Di momen bahagia tersebut, Sarah didampingi oleh teman-teman dan keluarganya. Menurut pihak sekolah dan teman-temannya, Sarah adalah seorang gadis baik hati yang selalu tersenyum.

"Dia (Sarah) selalu tersenyum dan selalu mengingat nama semua orang," ujar Capri Syles, penasehat kelas senior di Carlisle High School ketika ditanya tentang kesannya akan sosok Sarah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.