Kompas.com - 13/05/2016, 07:02 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Seorang karyawan wanita di Inggris bernama Nicola Thorp (27) mengatakan bahwa dirinya dilarang masuk kantor di hari pertama bekerja karena dirinya tidak mengenakan sepatu tumit tinggi  atau high heels.

Thorp yang bekerja sebagai temp worker (karyawan temporari) di kantor akuntan publik, PwC, sontak kaget karena dirinya tidak pernah diberitahu soal aturan busana kerja yang mengharuskan mengenakan high heels selama berada di kantor.

Kemudian, Thorp pun diminta pulang tanpa bayaran hanya karena dirinya tidak mengenakan sepatu dengan tinggi tumit, minimal enam hingga sembilan sentimeter.

Thorp yang mendapatkan pekerjaan tersebut melalui kantor outsourcing, Portico, mengaku sangat kecewa dengan alasan yang tidak masuk akal.

Akhirnya, Thorp pun merilis petisi untuk ditegakkannya aturan mengenai aturan berbusana kerja yang resmi dari pemerintah Inggris. Sebab, pengalamannya tersebut telah membuatnya traumatik dan malu.

Sejauh ini, Thorp telah berhasil mendapatkan 66.000 tanda tangan. Tujuannya, melindungi karyawan wanita agar bebas memilih busana kerja yang membuat diri mereka nyaman saat beraktivitas di kantor. Namun, pihak pemerintahan Inggris tak kunjung merespon petisi dari Thorp tersebut.

“Saya mengatakan pada mereka, jika mereka bisa memberikan penjelasan bagaimana sepatu flat bisa menurunkan performa kerja saya, saya rasa itu akan adil, tetapi mereka tidak memberikan alasan apa pun,” jelas Thorp pada BBC.

“Saya diminta bekerja selama sembilan jam berdiri mengenakan sepatu tinggi untuk mengantarkan klien ke ruang rapat. Saya tidak mungkin melakukannya dengan sepatu tinggi,” imbuhnya.

Pihak PwC merilis respon mengenai keluhan Thorp. Mereka mengatakan bahwa Portico, pihak ketiga rektrumen karyawan sementara, telah memberikan penjelasan bahwa Thorp sudah menandatangani kontrak yang menjelaskan mengenai aturan busana kerja.

“PwC menaruh perhatian lebih pada kenyamanan karyawan dalam bekerja, terutama mengenai lingkungan kerja. Namun, sekarang kami akan mengulas dan meninjau kembali kebijakan serta aturan yang dibuat oleh pihak ketiga, perusahaan outsourcing, agar sejalan dengan nilai-nilai yang kami terapkan selama ini,” tulis keterangan resmi dari PwC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.