Kompas.com - 31/08/2016, 19:05 WIB
Untuk merek kosmetik kecil, praktek melipat masker di rumah sangat umum dan telah dilaporkan sejak 2008. Untuk merek kosmetik kecil, praktek melipat masker di rumah sangat umum dan telah dilaporkan sejak 2008.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pada saat ini, kebanyakan orang menganggap masker wajah sebagai sesuatu yang tidak dapat dihilangkan dari rutinitas kecantikan, terutama dengan kemudahan yang diberikan oleh masker wajah berbentuk lembaran.

Namun, sebuah investigasi oleh Racked mempertanyakan kehigienisan dari tren perawatan wajah asal Korea tersebut.

Racked memulai investigasi ini setelah menemukan sebuah unggahan di kanal Asian Beauty oleh seorang pengguna situs Reddit, dvaonline22 yang berasal dari Seoul, Korea Selatan.

Dalam unggahan tersebut, dvaonline22 mengungkapan bahwa praktek melipat masker wajah dilakukan di rumah oleh dua atau tiga orang tanpa sarung tangan sebelum dikirim kembali ke pabrik untuk disegel.

Media tersebut kemudian menemukan bahwa beberapa merek produk kecantikan telah mengakui menggunakan praktek ini walaupun menggunakan pekerja rumahan untuk produk kecantikan yang langsung dijual ke pasaran telah dianggap ilegal di Korea Selatan.

“Karena ada banyak merek kosmetik kecil, hal ini sangat umum terjadi dan telah dilaporkan di Korea sejak 2008,” tulis artikel tersebut.

Lalu, Racked juga menyebutkan beberapa laporan pembeli yang menemukan serangga, bintik-bintik hitam, dan rambut di dalam kemasan masker wajah yang baru dibuka.

Di sisi kemanusiaan, penemuan Racked juga menemukan sebuah masalah besar dalam industri ini.

Artikel tersebut menemukan bahwa pekerja rumahan dibayar, yang terkecil, tiga won atau sekitar Rp 35 untuk setiap lembar yang terlipat.

“Untuk melipat 1.200 lembar masker, upah terkecil adalah 3,21 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 42.600,” tulisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Racked
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.