Kompas.com - 27/10/2016, 22:06 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Menjalani pernikahan otomatis pasangan suami istri seringkali terbentur dengan konflik dan pertengkaran dari waktu ke waktu.

Jangan anggap sepele konflik yang terlerai dengan pasangan Anda. Sebab, konflik atau pertengkaran yang didiamkan adalah mesin waktu yang mendorong pernikahan bergulir karam.

Umumnya, pernikahan yang gagal terjadi karena salah satu pihak berhenti mencari solusi atau sudah hilang keinginan dalam mengupayakan jalan keluar.

Selain itu, konflik rumahtangga selalu memengaruhi hubungan intimasi antara suami dan istri.

Tak ayal, banyak istri yang menggunakan seks sebagai “senjata” untuk memenangkan konflik.

Salah satunya berhenti berhubungan seksual sampai suami mengaku salah dan meminta maaf.

Menurut Simon Marcel Badinter, seorang presenter radio iHeart Radio dan konsultan hubungan yang berbasis di New York, AS, memanfaatkan seks untuk memenangkan argumen adalah pilihan yang destruktif.

“Seks seharusnya menjadi bentuk ekspresi cinta pasangan dan berjalan secara natural atau spontan,” terang Badinter.

Badinter menyarankan agar tidak menggunakan seks sebagai gerakan untuk memanipulasi pasangan.

“Komunikasi antara suami dan istri mestinya berjalan dua arah, jangan ‘menyandera’ kebutuhan suami hanya karena tidak mau kalah saat menghadapi konflik,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.