Kompas.com - 03/12/2016, 15:35 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com -- Media sosial memang pedang bermata dua. Walaupun sering digunakan sebagai sumber informasi, tidak jarang juga berita yang disebarkan di media sosial adalah berita palsu atau hoax.

Namun, permasalahannya adalah ketika berita palsu tersebut dipercaya.

Menurut studi terbaru, 80 persen siswa tidak bisa membedakan berita hoax dari yang asli.

Siswa juga kesulitan untuk menentukan apakah berita tersebut dapat dipercaya atau tidak dan hasilnya mempengaruhi keputusan mereka untuk membagikannya lebih lanjut.

Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti dari Stanford’s Education History Group mensurvei 7.800 siswa yang duduk di bangku SMP hingga kuliah.

Mereka diberi beberapa berita dan diminta menilai apakah berita tersebut dapat dipercaya atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya sangat memprihatinkan, tidak sedikit dari siswa yang lupa untuk memeriksa penulis maupun sponsor di balik artikel tersebut.

Selain itu, mereka juga kesulitan untuk memahami bahwa sebuah iklan bisa disampaikan secara terselubung dalam bentuk artikel.

Kemudian, tidak sedikit murid SMA yang menganggap bahwa sebuah artikel layak dipercaya ketika menampilkan gambar yang besar.

“Banyak orangtua berasumsi bahwa anak yang pandai menggunakan media sosial juga perseptif mengenai apa yang mereka temukan di sana,” ujar Sam Wineburg, penulis utama penelitian tersebut dan pendiri Stanford History Education Group.

Dia melanjutkan, tetapi penelitian kami menunjukkan hal yang sebaliknya.

Oleh karena itu, mungkin sudah saatnya orangtua dan guru bekerjasama untuk mengajari anak cara-cara memilih informasi yang tepat agar tidak termakan berita hoax.



Sumber Fortune
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.