Kompas.com - 06/02/2017, 11:02 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Tahukah Anda bahwa yang paling menyenangnkan adalah bukan menjadi orang kaya, tetapi menjadi anak dari orangtua yang kaya raya.

Namun, menurut David Puttnam, seorang produser dan edukator, terlahir dengan keluarga super kaya raya dengan segalanya selalu tersedia bisa berakibat buruk pada kestabilan emosional.

Dia menambahkan bahwa emosional yang tidak stabil lebih banyak terlihat pada anak-anak dari keluarga kaya raya, ketimbang anak keluarga miskin.

Puttnam mengatakan pada Nicholas Hellen kepada Sunday Times, pikiran yang salah adalah rasa percaya diri rendah dan pesimistis banyak terjadi pada lingkungan sosial miskin.

Sebab, menurut dia, masalah gangguan emosional jumlahnya paling tinggi terjadi pada lingkungan sosial yang supermapan.

“Anda periksa dan catat data dari sejumlah sekolah privat mahal dan universitas paling bergengsi. Anda akan mendengar dan melihat bahwa masalah gangguan masalah mental yang terus bergulir di sana,” ujar Puttman.

Pernyataan serupa juga dikonfirmasi oleh Suniya Luthar, seorang profesor psikolog, mengatakan bahwa anak dari orangtua dengan penghasilan minimal 100.000 poundsterling  atau setara dengan Rp 1,7 miliar berpotensi merasa kesepian dan tidak stabil secara emosional.

Luthar menguraikan, kondisi itu bisa terjadi karena tekanan sosial untuk anak-anak ini menjadi lebih sukses dari orangtua mereka.

Selain itu, kurang perhatian dan arahan dalam fase tumbuh kembang memengaruhi mentalitas serta rasa percaya diri anak-anak kaya raya.

Kehadiran media sosial, kata Puttnam, menjadi outlet untuk para anak-anak orang kaya untuk mencari perhatian dari orang lain.

“Kurangnya empati dari orangtua yang tidak tertarik pada kehidupan anak-anaknya menyebabkan mereka semakin berlebihan pada media sosial,” pungkas Puttnam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.