Kompas.com - 14/02/2017, 21:42 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com – Hari kasih sayang segera berlalu dalam kurun wkatu tiga jam ke depan. Anda yang tidak merayakannya karena masih berstatus lajang jangan terlalu membawa kesendirian ini ke dalam hati.

Sebab, terlalu memaksakan diri untuk menemukan pasangan yang serba sempurna bisa berdampak buruk pada kewarasan Anda.

Tahukah Anda bahwa terobsesi mencari pasangan yang sempurna bisa menyebabkan diri menjadi depresi dan kesepian.

Hal ini diutarakan oleh seorang psikolog yang mengutarakan pandangannya pada American Psychological Association.

“Hidup bahagia selamanya adalah fiksi dan palsu, sama halnya dengan semua cerita cinta romantis dalam buku atau film,” ujar Dr Susanne Vosmer, seorang dosen klinis di University of Hull.

Representasi ideal mengenai romansa yang populer dalam buku, kata Dr Vosmer, membuat pikiran wanita dan pria semakin kompleks dalam mencari pasangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Anda bukan seorang peran dalam sebuah film, Anda manusia nyata yang hidup dalam dunia nyata. Anda butuh cinta yang sesungguhnya, bukan fiksi,” imbuhnya.

Harapan dan impian mendapatkan hubungan asmara tanpa kekurangan membuat banyak orang menderita kekecewaan akut sehingga menderita depresi.

“Cerita cinta fiksi gagal dalam memformulasikan hubungan yang sesungguhnya sarat dengan kekurangan dan ketidaksempurnaan,” jelasnya.

Kemudian, dia juga menegaskan obsesi akan sesuatu yang tidak nyata dalam dunia yang nyata merupakan dinamika yang kusut.

“Anda tidak akan menemukannya,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.