Kompas.com - 16/02/2017, 11:35 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pada saat dirilis pada tahun 2015, hasil penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, data menunjukkan bahwa angka perceraian di Indonesia selama tahun 2010-2014 naik 100.000 kasus dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Peningkatan ini, diprediksi oleh ketiga pendiri Kelas Cinta, Jet Veetlev, Lex DePraxis, dan Kei Savourie, yang ditemui usai seminar Twogether Forever di Hotel Grand Tjokro, Jakarta, Sabtu (11/2/2017), masih terjadi di tahun 2017 dan akan terus berlanjut selama sepuluh tahun ke depan.

Buktinya adalah semakin umumnya penampakan orangtua tunggal di masyarakat.

“Jadi memang Indonesia arahnya ke sana. Mau tidak mau, perkembangan zaman akan ke sana karena manusianya semakin egois sehingga lebih gampang untuk bercerai,” ucap Kei.

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong peningkatan angka perceraian ini adalah pemberdayaan wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini terlihat pada data Puslitbang yang menyebutkan bahwa 70 persen perceraian digugat oleh istri.

“Kalau dulu, ketika wanita belum bekerja, mereka mau makan apa setelah bercerai? Kalau sekarang wanita sudah bekerja dan memegang uang jadi mereka lebih berani untuk bercerai,” kata Kei.

Selain itu, penyebab lainnya adalah kurangnya pembekalan untuk menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan pernikahan.

“Walaupun ditahan dengan hukum pernikahan atau agama, perceraian akan tetap meningkat kalau yang menikah masih seperti anak kecil dan tidak punya pembekalan,” ucap Lex.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.