Kompas.com - 05/03/2017, 20:02 WIB

KOMPAS.com – Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Faktanya, uang berlerbihan tak hanya gagal mendatangkan rasa bahagia dalam keseharian, tetapi juga menghalangi hadirnya kebahagiaan.

“Orang-orang yang mengatakan bahwa menghasilkan uang banyak adalah hal penting dalam hidup rentan mengalami depresi, kesedihan, kecemasan, dan sakit kepala. Selain itu, mereka adalah kelompok dalam lingkungan sosial manusia yang jarang merasa bahagia,” jelas Tim Kasser, Ph.D., seorang penulis The High Price of Materialism.

Kasser mengatakan bahwa kekayaan dan kebahagiaan dari materi tidak bertahan ketimbang kebahagiaan yang hadir karena hal-hal yang tidak tersentuh tangan.

Maksudnya kebahagiaan yang tidak tersentuh tangan adalah rasa puas dan nikmat ketika rencana hidup Anda terealisasi, meksi rencana itu sekadar hanya bangun lebih pagi, memberikan tempat duduk pada orangtua di kereta, dan memasak camilan dengan resep sederhana.

“Kebahagiaan materi itu pergi dengan cepat. Pengalaman memberikan kebahagiaan lebih memuaskan ketimbang barang-barang,” pungkasnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber SHAPE

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.