Salin Artikel

Hubungan yang Bahagia Memiliki Nilai-nilai Utama Ini

KOMPAS.com - Masa awal kencan merupakan momen yang indah dan menyenangkan bagi tiap pasangan. Tapi momen itu tidak akan berlangsung selamanya. Setelah itu, masing-masing individu harus mencari tahu bagaimana mereka akan menjalani kehidupan bersama.

Di tengah proses itulah, baik pria maupun wanita juga perlu memahami relationship value atau nilai-nilai dalam sebuah hubungan yang membuat Anda dan dia menjadi pasangan bahagia.

Memahami nilai utama dari sebuah hubungan memang terdengar klise, namun ini adalah langkah cerdas untuk mencapai kebahagiaan dengannya.

Para pakar hubungan menjelaskan bahwa nilai utama sebuah hubungan terdiri dari kepercayaan, persahabatan, keyakinan, etos kerja, kemampuan mengemban tanggung jawab, serta loyalitas.

1. Kepercayaan

Kepercayaan adalah nilai dasar hubungan. Seseorang yang dipenuhi rasa curiga tidak dapat diajak membangun mimpi bersama. 

Jika kita terus-menerus khawatir akan komitmen pasangan, sulit untuk merasa nyaman dengannya. Yang ada, kita tak dapat berpikir jernih dan menjauh dari pasangan.

"Keamanan, kerentanan, dan kemampuan menunjukkan siapa kita tanpa menghakimi, memberi kita kepuasan dan membuat kita bisa jadi diri sendiri sepenuhnya," kata pelatih kehidupan dan penulis Nicole LaBeach

Membangun kepercayaan akan menumbuhkan keandalan dan rasa aman.

Menurut Dana McNeil, terapis pernikahan dan keluarga asal San Diego, AS, kita harus memercayai karakter seseorang, bukan perilakunya.

"Bagi saya kepercayaan adalah bahwa seseorang akan muncul untuk saya sesuai harapan saat saya sangat membutuhkannya," tutur McNeil.

2. Mempunyai keyakinan satu sama lain

Ketika kita mengenal seseorang dengan baik dalam waktu lama, wajar jika kita tak punya keraguan terhadapnya.

Kita belajar cara-cara dan pola pikir pasangan. Begitu pula sebaliknya, dia akan mempelajari kondisi kita. Namun, jika terlalu kenal "luar dalam", terkadang kita bisa salah mengira.

Sebaliknya, pasangan bahagia saling berusaha untuk berasumsi positif, dan ini disebut McNeil sebagai rasa keingintahuan, bukan kemarahan.

"Kita tidak punya konflik karena tidak saling mencintai. Kita berkonflik karena kita memiliki ekspektasi, sistem nilai, latar belakang keluarga, dan hubungan di masa lalu yang mengecewakan."

3. Etos kerja yang baik

Semakin besar keinginan kita untuk "bekerja" dalam hubungan, maka hal itu menjadi semakin mudah.

"Ini jenis pekerjaan berbeda, tetapi sama-sama butuh energi dan fokus. Ini bisa berhasil," kata LaBeach.

Menurut dia, pasangan bahagia memerhatikan hal-hal yang dianggap penting bagi pasangannya. 

4. Persahabatan

Menemukan nilai utama hubungan tidak selalu memberatkan kita. Kita perlu menikmati kebersamaan dengan pasangan dan menghabiskan waktu bersamanya.

Pasangan yang bahagia tahu akan hal itu, dan mereka akan menjaga keceriaan dan tawa. Persahabatan menciptakan komunikasi yang lebih baik dan mengurangi stres.

"Biasanya, jika Anda menjalin persahabatan baik, Anda benar-benar dapat melihat satu sama lain dan menerima sudut pandang orang lain. Anda senang menghabiskan waktu bersama, dan berada di hidup pasangan."

Amber Artis, CEO layanan perjodohan Virginia Select Date Society mencatat banyak pasangan bahagia memiliki selera humor yang sama.

"Saat seseorang tidak terlalu serius dan tahu cara menggunakan humor dengan tepat, mereka akan menjadi pasangan yang lebih baik," kata Artis.

5. Loyalitas

Loyalitas atau kesetiaan lebih dari sekadar komitmen kepada pasangan. Artinya, kita juga menunjukkan kesetiaan saat sedang stres, yang mana itu bisa terasa sulit dan berlawanan dengan intuisi.

Dalam hubungan jangka panjang, kita tidak nyaman saat melihat pasangan memiliki emosi yang kuat. Kita berusaha mengakhiri ketidaknyamanan itu dengan mengkritik respon pasangan.

McNeil mengatakan, cara yang kita lakukan dalam menanggapi pasangan akan menciptakan perbedaan antara satu sama lain.

"Apa yang sebenarnya Anda cari saat itu adalah agar Anda tidak melihatnya sebagai musuh, tapi bekerja sama melawan 'dunia'," sebut McNeil.

Tentu saja, pasangan tidak selalu benar dan kita tidak berbuat baik hanya dengan mengatakan bahwa mereka benar. Tapi, pasangan bahagia tahu kapan harus memberikan kritik, terutama ketika kondisi sudah tenang.

6. Tanggung jawab

Kita cenderung lebih mudah membela diri di saat segala sesuatunya tidak sesuai keinginan kita.

Ketika kita mengalami tekanan, otak dapat mengeluarkan banyak alasan untuk membuktikan kita tidak bersalah.

Naluri tersebut mungkin bisa berguna saat ada yang tidak beres di kantor, namun kita tidak dapat melakukannya dalam hubungan.

Daripada bersikap defensif, carilah hal yang bisa kita pertanggung jawabkan. 

Bukan berarti kita harus menyerah dan bertindak seolah setiap masalah merupakan kesalahan kita.

Tetapi dengan mengambil tanggung jawab, tindakan itu akan meredakan situasi dan juga menunjukkan Anda berdua menerima fakta bahwa masing-masing berpartisipasi dalam perselisihan ini.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/01/06/202034920/hubungan-yang-bahagia-memiliki-nilai-nilai-utama-ini

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.