Salin Artikel

Viral soal Gaji Rp 250 Juta, Perlukah Bahas Penghasilan Sebelum Nikah?

Pembicaraan mulai dari pertanyaan Jenny Jusuf melalui akun @JennyJusuf mengenai penghasilan minimal calon pasangan.

Hal itu ditanggapi akun Andrea Gunawan (@catwomanizer) yang kemudian menyebut angka Rp 250 juta.

“250jt per bulan minimal dan udah siapin dana pensiun juga, kalau nggak, jomplang nanti,” tulisnya.

Tak sedikit orang yang menganggap jumlah tersebut fantastis dan mempertanyakan profesi apa saja yang bisa mendapatkan nominal gaji sebesar itu setiap bulannya.

Terlepas dari perdebatan soal nominal, topik keuangan, termasuk detail mengenai gaji pasangan, ternyata sering luput dari pembahasan para calon pengantin.

“Banyak sekali pasangan yang belum membicarakan, entah karena sungkan, malu, menganggap 'masa mau tanya penghasilan berapa', takut nanti dianggap matre.”

“Padahal, ketika mau menikah, banyak sekali yang harus dibahas secara terbuka antara calon suami dan istri, salah satu yang paling penting adalah finansial.”

Demikian diungkapkan oleh Elly Nagasaputra, MK, CHt, konselor pernikahan dari www.konselingkeluarga.com, kepada Kompas.com, Senin.

Menurutnya, perempuan yang bisa menetapkan standar penghasilan calon suami seperti Andrea justru memahami tentang dirinya dan apa yang diinginkannya ketika berumah tangga.

“Dalam arti kata tahu apa yang dia mau, tahu standar hidupnya seperti apa, tahu ekspektasinya seperti apa. Menurut saya, itu sangat baik,” ujarnya.

Faktanya, Elly banyak menemukan klien yang datang konseling dengan keluhan masalah keuangan.

Beberapa keluhan yang sering ditemui seperti tidak adanya keterbukaan soal penghasilan atau istri yang lebih dominan daripada suami sehingga suami merasa insecure.

Masalah lainnya yang juga sering muncul adalah tentang perbedaan gaya hidup. Misalnya, Ketika suaminya sangat hemat, sedangkan istrinya sangat boros.

“Jadi banyak isu ketidaksepahaman, merahasiakan penghasilan atau penghasilan salah satu lebih besar, istri-istri yang seperti itu banyak banget,” ungkap Elly.

Di awal pernikahan, mungkin kesenjangan penghasilan itu masih tidak menjadi masalah.

Namun, setelah pernikahan bergulir selama bertahun-tahun dan kebutuhan biaya semakin besar, barulah potensi masalah bermunculan.

Itulah mengapa topik keuangan tak boleh ketinggalan untuk dibahas sebelum pasangan menikah.

Kapan harus mulai dibicarakan?

Pembicaraan mengenai keuangan sangat penting untuk dilakukan sejak kedua belah pihak sudah serius mau melangkah ke jenjang pernikahan.

Jika kamu adalah pihak yang punya inisiatif untuk memulai percakapan itu, cobalah jelaskan dengan baik-baik kepada pasangan tentang maksud pertanyaanmu.

Sampaikan bahwa pertanyaan itu bukan bermaksud buruk, melainkan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Bahkan, pembicaraan terkait biaya pernikahan pun idealnya juga ikut dibahas.

Jika pihak laki-laki ataupun perempuan sama-sama sungkan dan tidak tahu bagaimana harus memulai percakapan ini, cobalah berkonsultasi dengan ahli agar mendapatkan arahan yang tepat.

“Kalau tidak tahu mulai dari mana, bisa mendatangi konselor untuk konseling pranikah, jadi ada pedoman untuk membicarakan perlunya keterbukaan finansial, termasuk rencana ke depannya bagaimana,” ungkapnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/16/060300720/viral-soal-gaji-rp-250-juta-perlukah-bahas-penghasilan-sebelum-nikah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.