Salin Artikel

7 Tips Memulai Urban Gardening yang Mudah di Rumah

KOMPAS.com - Tren urban gardening sudah banyak diminati oleh masyarakat di kota-kota besar akibat semakin kurangnya ruang untuk melakukan aktivitas berkebun.

Bahkan, sekitar 800 juta orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam beberapa bentuk urban gardening, yang dilakukan di atas loteng rumah, teras, halaman atau dalam wadah khusus.

Tujuan dari urban gardening pun ada berbagai macam. Mulai dari menghasilkan makanan berkualitas, menyediakan ruang hijau, hingga mengurangi tingkat stres.

Memulai urban gardening sebenarnya tidaklah sulit. Nah, untuk itu, kita dapat mempelajari tips-tips melakukan urban gardening, seperti yang dilansir dari laman Green Matters berikut ini.

1. Menentukan lokasi

Loteng rumah adalah salah satu pilihan utama untuk melakukan aktivitas urban gardening bagi yang tinggal di apartemen. Tapi bagi yang tidak memilikinya, tidak menjadi masalah.

Pilihan lainnya adalah di teras kecil, balkon, atau di halaman, sekecil apa pun itu.

Dan jika kita benar-benar tidak memiliki ruang hijau untuk dikerjakan, kita selalu dapat menanam benih dalam wadah di dekat jendela rumah.

2. Mencari tahu tentang tanaman

Setelah itu, kita perlu mengetahui jenis tanaman apa yang tumbuh subur dalam lingkungan perkotaan tempat kita tinggal.

Kita dapat melakukan sebagian besar pencarian secara online, tetapi ingat bahwa penting juga untuk mempertimbangkan musim atau cuaca.

Kemungkinan cuaca buruk di daerah sekitar hunian dan jumlah sinar matahari dapat memengaruhi tanaman.

3. Memilih benih

Di tahapan selanjutnya, kita dapat memilih benih mana yang ingin ditanam.

Buat sketsa tanaman mana yang akan tumbuh di mana, atur berdasarkan ketinggian, dan berapa banyak sinar matahari yang dibutuhkan masing-masing tanaman.

Selain itu, jika kita berencana menambahkan sistem sprinkler atau penyiraman, pastikan juga untuk mempertimbangkan penempatan tanaman dalam hubungannya dengan sprinkler.

Tentu saja, jika kita akan menyiram taman secara manual ini bukan masalah.

Pastikan untuk meneliti apakah benih yang sudah kita petik bisa langsung ditanam ke dalam tanah.

Pada awalnya, beberapa benih harus dimasukkan ke dalam wadah sebelum dapat diangkut ke dalam tanah ketika sudah cukup matang. Ini penting untuk diketahui sebelum menanam.

4. Pertimbangkan drainase

Apabila kita menggunakan pot atau jenis wadah lainnya untuk tanaman, maka pastikan ada lubang drainase di bagian bawah.

Jika tidak, kita juga bisa memisahkan tanah dari dasar wadah dengan kerikil atau batu lava.

Air akan terus menetes dari bawah tanah dan menggenang di dasar wadah. Sehingga wadah yang memiliki drainase buruk merendam tanaman dan menyebabkan akar busuk.

5. Menyiapkan tanah

Carilah tanah mana yang paling baik berdasarkan jenis benih yang dipilih.

Kemudian, persiapkan tanah tersebut sesuai kebutuhan karena jenis tanah yang berbeda memerlukan bahan tambahan yang berbeda (lumut gambut, pupuk kandang, kompos, dan lain-lain).

Jika kita memulai dari awal dan tidak menanam langsung ke tanah, disarankan agar pot tanah memiliki drainase yang paling efisien.

Ambil sekop ke tanah, hancurkan gumpalan besar di tanah yang seharusnya memiliki tekstur yang rapuh.

Sekarang kita dapat mempersiapkan tanah dengan menambahkan campuran ke dalam beberapa inci pertama. Tambahkan jeruk nipis jika mau, lalu bersihkan bedengan sebelum menanam.

6. Menyirami tanaman

Setelah semuanya ditanam, sangat penting untuk menyiram setiap tanaman secara menyeluruh.

Jika kita tidak memiliki drainase yang baik, buang air berlebih yang menggenang di sekitar bagian atas tanah.

Beberapa aplikasi di ponsel dapat membantu kita menentukan kebutuhan benih berdasarkan pencahayaan dan lingkungan, yang juga akan memberi tahu kapan waktunya untuk menyiram.

Cara lain untuk mengetahui waktunya menyiram adalah dengan menempelkan jari di tanah. Jika 5 cm lapisan atas tanah kering, maka itulah saat yang tepat menyiram.

7. Perlengkapan yang harus dibeli

Salah satu keuntungan utama dari urban gardening dari waktu ke waktu adalah hemat biaya.

Jika memungkinkan, cobalah untuk membeli atau menggunakan alat berkebun bekas, bahan daur ulang atau menggunakan kembali sesuatu.

Misalnya, kita benar-benar tidak membutuhkan kaleng penyiram baru, gelas bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Namun, apabila kita ingin mengetahui beberapa perlengkapan utama yang harus dibeli untuk memulai urban gardening, berikut adalah rekomendasinya:

• Wadah

• Pupuk

• Kompos

• Biji

• Pot tanah 

• Penyiram

• Alat-alat seperti sekop, cangkul, pemangkas, gunting, gergaji, dll

• Selang air portabel

• Batuan atau kerikil untuk drainase

• Pengukur pH tanah

• Semprotan minyak neem organik (untuk hama dan daun berkilau)

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/05/084824920/7-tips-memulai-urban-gardening-yang-mudah-di-rumah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.