Salin Artikel

Pelaku Ghosting Mendadak Datang Lagi, Begini Cara Meresponsnya

KOMPAS.com –  Seperti namanya, pelaku ghosting itu mirip dengan hantu yang bisa datang dan pergi tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Tak heran jika ia bisa mendadak kembali ke dalam kehidupan kita setelah merusaknya.

Ketidakjelasan ini tentu akan membuat korban ghosting bingung. Apalagi, jika si dia datang saat kita hampir move on.

Lantas, apa yang perlu dikatakan pada pelaku ghosting jika mereka mendadak menghubungi kita kembali?

Berikut deretan tanggapan yang bisa kita coba, seperti dilansir dari Bolde.

“Halo orang asing, mengapa kamu kembali lagi?”

Jika kamu masih merasa terhubung dengan si pelaku ghosting dan tertarik untuk memberikan kesempatan kedua, respons seperti ini bisa jadi awal yang baik karena terdengar tidak terlalu dingin dan memberi kesempatan si dia untuk menjelaskan.

Namun, jangan terdengar terlalu bahagia. Sebab, bisa saja mereka hanya bosan dan ingin mencari sesuatu yang menyenangkan, atau hanya mengecek apakah mereka masih bisa mengubungi kita.

Jadi, jangan terlalu terikat hingga maksud mereka sebenarnya jelas.

“Maaf, aku tak tertarik.”

Jika ghosting menjadi hal lumrah bagi dia, tak usah meresponsnya lagi.

Biarkan mereka tahu bahwa kita tidak akan terjebak lagi dalam permainan mereka. Memang, mungkin saja ia memiliki kesibukannya sendiri, namun, setidaknya ia harus berusaha untuk berkomunikasi lebih baik lagi, kan?

Jadi, jangan buang-buang waktu. Biarkan mereka tahu bahwa kini saatnya kita memutuskan hubungan.

“Wah, ada zombie.”

Masih kesal dengan ghosting yang mereka lakukan namun tidak ingin sepenuhnya memutuskan hubungan?

Jika iya, cobalah berikan respons iseng seperti ini untuk menyeimbangkan komunikasi. Hal ini akan membayar rasa kesal kita karena menjadi korban ghosting, meski tetap membuka kesempatan rekonsiliasi.

Mereka juga mungkin akan memberi penjelasan tentang perilakunya, membuat kita bisa memilih apakah akan menjalin hubungan kembali atau tidak.

“Akhirnya kamu lepas dari penculik”

Jika masih ingin berteman dengan mereka dan berpikir kalau ghosting yang dilakukannya bukanlah masalah besar, respons iseng seperti ini bisa dicoba.

Mengatakan ini akan membuat suasana ringan dan menyenangkan, membuat kita dan si dia dapat kembali mendiskusikan hubungan.

Jika masih merasa butuh waktu sebelum bisa berinteraksi lagi dengan si dia, biarkan ia tahu kalau kita masih membutuhkannya. Jika mereka sabar dan benar-benar tertarik padamu, mereka akan paham.

“Aku butuh penjelasan”

Jika seseorang tiba-tiba menghubungi setelah melakukan ghosting, mereka berhutang penjelasan. Jadi, tagihlah dan buat mereka menyadari kalau yang dilakukannya sangat kasar.

Ini adalah kesempatan baik bagi kita untuk memahami mengapa ia hobi menghilang. Jika penjelasan mereka memuaskan, bisa kita terima. Namun jika sebaliknya, tinggalkan saja.

“Mengapa menghubungiku?”

Mungkin saja mereka adalah orang yang manipulatif dan menghubungi kita hanya karena paham bahwa ia masih bisa kembali demi egonya. Dengan respons yang kasual seperti ini, kita bisa memaksa mereka untuk menyatakan niatnya.

Ingat, ghosting itu adalah sebuah red flag. Penting bagi kita untuk melindungi diri sendiri dan batasan kita agar tidak diperlakukan seenaknya oleh seorang pelaku ghosting.

“Rasanya sakit saat tidak diberi kabar”

Terkadang, cara terbaik untuk merespons seorang ghoster adalah dengan menyatakan perasaan kita secara langsung.

Namun, ini membuat kita harus menunjukkan kerentanan pada seseorang yang telah menyakiti kita. Sulit dan memalukan.

Tapi, ingatlah bahwa kerentanan adalah sesuatu yang kita lakukan untuk diri sendiri, bukan orang lain. Jadi, ungkapkan perasaan dan tidak harus terus berbicara dengan mereka setelah kita mengatakannya.

Lalu, jika kita memilih untuk mengundang mereka kembali ke dalam hidup, tetapkan harapan realistis untuk masa depan.

Beri jawaban singkat

Yakin bahwa pelaku ghosting ini tak memiliki alasan jelas? Balas pesan mereka dengan satu kata saja, mereka patut mendapatkannya.

Hal ini menandakan bahwa kita tidak senang mereka kembali, dan kita juga tak memiliki hal yang perlu didiskusikan. Jawaban singkat akan membuat mereka menangkap maksud kita.

“Jangan pernah menghubungiku lagi”

Saat penjelasan atau permintaan maaf tak cukup untuk membuat ghoster dipandang baik, respons tegas seperti ini sangat sempurna.

Respons ini akan membuat mereka paham bahwa kita sudah tidak tertarik lagi dan mengungkapkan bahwa kita bukanlah orang yang bisa mereka tinggalkan dan perlakukan sesukanya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/22/181236320/pelaku-ghosting-mendadak-datang-lagi-begini-cara-meresponsnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.