Salin Artikel

10 Tanda Hubungan yang Dipenuhi Pengabaian Emosional

Segala sesuatu yang kita lakukan seperti tidak berarti, dan malah menimbulkan kesalahpahaman.

Hal itu mungkin menandakan pasangan kita sedang melakukan pengabaian emosional atau emotional neglecting.

Pengabaian emosional dalam suatu hubungan merupakan bentuk hilangnya kesadaran dan respons emosional.

Dalam sebuah penelitan di tahun 2004, peneliti John Gottman menemukan perbedaan antara pasangan yang langgeng dan pasangan yang bercerai.

Perbedaan tersebut terkait bagaimana frekuensi pasangan memenuhi permintaan satu sama lain untuk hubungan emosional.

Hubungan yang baik adalah hubungan yang memberikan kehangatan, koneksi, dan mendekatkan.

Kedua belah pihak perlu menjangkau dan menanggapi satu sama lain secara emosional.

Lantas, apa jadinya jika kita atau pasangan merasa diabaikan?

Pengabaian emosional dalam hubungan

Pengabaian emosional dalam hubungan pernikahan menyebabkan kita merasa kesepian.

Pasangan memang berada tepat di samping kita, namun secara emosional kita merasa jauh darinya.

Kita dapat melihat pasangan, namun tidak merasakan kehadirannya. Intinya, kita bersama pasangan namun merasa kesepian.

Jika diibaratkan, seolah-olah ada tembok penghalang antara kita dengan si dia. Tembok itu bisa kita lihat, tetapi sulit untuk dilewati.

Bisa dipicu pengabaian emosional di masa kecil

Biasanya, pengabaian emosional di dalam hubungan merupakan akibat dari masa kecil salah satu atau kedua pasangan.

Di saat salah satu atau kedua pasangan dibesarkan di keluarga yang tidak menyadari perasaan dan kurang memerhatikan mereka, maka pasangan akan secara alami melanjutkan proses tersebut.

Mengalami pengabaian emosional di masa kecil membuat kita buta terhadap emosi. Padahal, emosi adalah unsur yang sangat diperlukan untuk terhubung secara nyata dengan pasangan.

Bisa jadi, kita mengalami kesulitan memerhatikan dan menanggapi perasaan pasangan. Hal ini mengakibatkan pasangan merasa kesepian secara emosional.

Lain halnya jika kedua pasangan sama-sama melakukan pengabaian emosional, sebab kamu dan si dia tidak mampu melihat apa sesuatu yang hilang itu.

Tanpa ada yang menyadari masalah yang sebenarnya terjadi, hubungan berada dalam bahaya.

Tembok yang tumbuh bernama pengabaian emosional akan mengaburkan visi kedua belah pihak, serta perasaan positif yang menyatukan kedua pasangan menghilang perlahan-lahan.

Siapa yang harus disalahkan?

Tidak ada seorang anak pun yang ingin diabaikan secara emosional. Kebanyakan orangtua juga tidak menyadari jika mereka sudah mengabaikan emosi anaknya.

Tidak ada yang dapat disalahkan atau harus bertanggung jawab atas pengabaian emosional yang kita terima.

Namun, jika kita menyadari masalahnya, kita perlu bertanggung jawab karena sudah mengabaikan emosi pasangan.

Begitu kita mengetahui tindakan yang kita lakukan kepada pasangan merupakan pengabaian emosional, kita harus memutus siklus tersebut.

Tanda-tanda hubungan dipenuhi pengabaian emosional

1. Kita dan pasangan sering keliru membaca perasaan, tindakan, pikiran, atau niat satu sama lain.

2. Kita enggan mengungkit topik atau masalah yang sulit agar tidak membuat kesal satu sama lain.

3. Kita belum menemukan cara untuk berdebat secara produktif.

4. Percakapan kita dan pasangan sebagian besar berkutat pada fakta, peristiwa, atau logistik.

5. Apabila ada sesuatu atau masalah yang terjadi, orang pertama yang kita beritahu bukanlah pasangan.

6. Jika kita mencari kenyamanan dari pasangan, ia seringkali mengatakan hal yang salah.

7. Kita tidak merasa sebagai sebuah tim yang menjalani hidup bersama.

8. Kita merasa sendirian saat bersama pasangan.

9. Sulit mencari topik untuk dibicarakan bersama.

10. Emosi positif seperti cinta, kehangatan, atau ikatan emosional terasa aneh atau hanya terjadi saat berhubungan seks.

Apabila satu atau beberapa poin di atas terjadi dalam hubungan kita, ada kemungkinan hubungan itu dipenuhi pengabaian emosional.

Tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau pasangan dalam hal ini.

Alih-alih menganggap hubungan emosional sebagai sesuatu yang tidak kita miliki, mulailah dengan tindakan memberi dan menerima secara aktif.

Mintalah dukungan emosional dari pasangan, atau berbagi masa-masa yang menyenangkan, sedih atau menyakitkan.

Perhatikan momen di mana pasangan juga meminta dukungan emosional dari kita, dan luangkan waktu untuk itu.

Setiap kali kita dan pasangan meminta, memberi, dan mengambil, secara bertahap kita menyembuhkan pengabaian emosional dalam hubungan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/10/135609320/10-tanda-hubungan-yang-dipenuhi-pengabaian-emosional

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.