Salin Artikel

Vaskulitis, Gangguan Autoimun yang Sempat Buat Ashton Kutcher Buta, Tuli dan Lumpuh

Ia mengalaminya selama hampir dua tahun lamanya sehingga merasa tak berdaya dan seperti orang cacat.

"Seperti dua tahun lalu, saya mengalami vaskulitis yang aneh dan sangat langka ini," katanya, dikutip dari cuplikan acara Running Wild with Bear Grylls: The Challenge yang ditayangkan National Geographic.

"Hal itu menghancurkan penglihatan saya, melumpuhkan pendengaran saya, melumpuhkan semua keseimbangan saya," terang suami Mila Kunis ini. 

Namun kini kondisinya mulai membaik dan berbagai kemampuan fisiknya tersebut juga berangsur kembali.

"Butuh waktu satu tahun untuk membangun semuanya kembali," katanya.

Aktor The Butterfly Effect ini mengaku beruntung bisa mendapatkan kembali pendengaran, penglihatan, dan kemampuannya berjalan sehingga bisa kembali hidup normal.

"Kamu tidak benar-benar menghargainya sampai itu hilang. Aku beruntung masih hidup," tandasnya.

Dari apa yang disampaikannya, Ashton Kutcher menderita penyakit vaskulitis yakni gangguan autoimun yang sangat langka yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah sehingga memengaruhi alirannya.

Vaskulitis, penyakit autoimun yang dialami Ashton Kutcher

Dikutip dari CNN, vaskulitis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang vena, arteri, dan kapiler kecil.

Terjadi peradangan yang kemudian mempersempit pembuluh darah dan membatasi aliran darah atau bahkan memotong aliran darah sepenuhnya.

Akibatnya, terjadi kerusakan organ atau menciptakan aneurisma (tonjolan di dinding pembuluh darah) pada penderitanya.

Jika tonjolan tersebut pecah maka bisa memicu adanya pendarahan internal sehingga berisiko kematian.

Mantan suami Demi Moore ini juga belum menjelaskan secara detail soal metode penyembuhan yang dijalaninya.

Kadangkala keluhannya tergolong ringan dan sedang namun ada juga yang berat sehingga mengancam jiwa.

Gejala vaskulitis termasuk kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, ruam, nyeri, nyeri dan demam.

Penyakit autoimun ini bisa dialami oleh siapa saja namun faktor risikonya meningkat jika dipengaruhi usia, etnis, riwayat keluarga dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok.

Vaskulitis bisa jangka pendek atau bertahan lama di tubuh kita, tergantung jenis yang diderita dan kondisi kesehatan penderitanya.

Ada pula pasien yang bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan namun ada yang membutuhkan perawatan agar kondisinya tidak memburuk drastis.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/08/09/170000820/vaskulitis-gangguan-autoimun-yang-sempat-buat-ashton-kutcher-buta-tuli-dan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.