5 Pengaruh Kepribadian Introvert pada Kesehatan

Kompas.com - 17/02/2016, 21:53 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kapan Anda merasa paling gembira dan bersemangat? Sesudah berpesta dengan banyak teman atau setelah melewati hari yang tenang dan reflektif? Jika jawaban Anda adalah yang kedua, sangat mungkin Anda tergolong pribadi yang cenderung introvert atau tertutup, pribadi yang tidak terlalu suka keramaian atau interaksi sosial dan lebih suka menyendiri.

Seorang introvert sering terlihat sebagai orang yang pemalu, introspektif atau antisosial, tapi dalam kenyataannya lebih rumit dari itu. Kebanyakan orang tidak murni introvert atau ekstrovert, melainkan ada di antara keduanya.

Tipe kepribadian, menurut para ahli, dapat memengaruhi kesehatan baik fisik maupun mental. Inilah pengaruh kepribadian introvert terhadap kesehatan orang yang bersangkutan.

1. Situasi sosial mudah membuat Anda stres
"Orang yang introvert mudah terstimulasi oleh lingkungan. Jika ada banyak kejadian atau keramaian di sekitarnya, mereka jadi mudah stres," kata Laurie Helgoe, PhD, asisten profesor bidang psikologi di Davis & Elkins College dan penulis buku Introvert Power.

Tidak semua orang introvert membenci keramaian, tapi kebanyakan mereka lebih memilih bergaul dengan kelompok kecil teman, dibanding dengan kelompok besar atau dengan orang-orang yang tidak dikenal dekat.

2. Anda tidak merasa harus jadi orang 'penting'
Meski tidak terlalu suka keramaian, namun orang introvert lebih merasa nyaman jika dia tidak disertakan di dalam satu pembicaraan di pesta dan tidak merasa harus selalu "nyambung" dengan orang lain.

Dalam hal ini, introvert sangat berbeda dengan kecenderungan orang extrovert yang sering ingin terlibat dalam setiap pembicaraan, agar bisa mengemukakan pendapatnya dan cenderung ingin bisa akrab dan diterima oleh banyak orang.

"Tentu, orang introvert juga bisa merasa diabaikan tapi kami lebih mudah menetralisir perasaan itu," kata Helgoe.

3. Secara keseluruhan, Anda lebih tidak bahagia
Tidak semua orang introvert tidak bahagia dan tidak semua orang yang tidak bahagia adalah introvert. Meski demikian, ada hubungan di antara keduanya.

"Ada beberapa karakter introvert yang berhubungan dengan depresi. Orang introvert cenderung kebih banyak merenung dan bisa terjebak secara emosi dengan renungannya itu. Di sisi lain, orang introvert lebih realistik, melihat masalah secara keseluruhan bukan hanya menangkap stimuli yang membahagiakan," jelas Helgoe.

Penelitian menjelaskan bahwa orang ekstrovert cenderung lebih easy going sehingga secara keseluruhan lebih bahagia. Menurut Helgoe, suasana hati orang yang introvert dapat berubah jadi gembira sesaat dengan meniru sikap orang yang ekstrovert. Namun, itu bukan jalan keluar yang bisa terus diandalkan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X