Mengenal "Stunting" dan Efeknya pada Pertumbuhan Anak

Kompas.com - 08/02/2017, 10:03 WIB
Para ibu hamil bukan hanya diperiksa kondisi kehamilannya, tapi juga diberikan penyuluhan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.

Untuk mengatasi masalah stunting ini Kementerian Kesehatan dengan dukungan Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-I), melalui Program Hibah Compact Millennium Challenge Corporation (MCC) melakukan Kampanye Gizi Nasional Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM).

Salah satu intervensi dalam program PKGM adalah tentang perubahan prilaku masyarakat, yang dilakukan dalam program Kampanye Gizi Nasional (KGN).

Program KGN di wilayah OKI dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh, seperti melakukan aktifasi posyandu-posyandu dan pemberian pengetahuan tentang gizi anak, mulai dari makanan apa saja yang boleh untuk bayi di atas enam bulan, bagaimana tekstur yang baik, berapa banyak yang harus diberikan, termasuk pengetahuan pentingnya ASI eksklusif.

Yang menarik, tim posyandu mengadakan door prize untuk menarik minat dan perhatian para ibu untuk hadir mendengarkan penyuluhan di posyandu.

“Setelah penyuluhan, kami lempar pertanyaan. Mau enggak mau mereka harus dengerin, biar bisa jawab. Hadiahnya enggak mahal, kebutuhan rumah tangga sehari-hari saja. Tapi, ini sudah membuat mereka semangat datang,” jelas Hera Wiyana, seorang fasilitator di posyandu desa Sugih Waras, Ogan Komering Ilir.

Hera menambahkan, para bidan dan fasilitator biasanya punya catatan siapa saja yang rajin hadir dan bahkan yang tak pernah hadir ke posyandu. Kalau memang ada yang tak pernah hadir, bidan atau fasilitator tak segan datang langsung ke rumahnya untuk memberikan penyuluhan.

"Ada banyak faktor, misalnya saja jarak yang jauh membuat mereka malas datang ke posyandu. Tapi, kan tetap tanggungjawab kita memberi penyuluhan kesehatan. Jadi, ya kita datangi."

Selain itu, para ibu hamil tak hanya diwajibkan periksa secara berkala dan diberi tablet penambah darah, tapi juga diberikan penyuluhan melalui kelas pendukung ibu.

Tujuannya, agar ibu mengetahui perkembangan kehamilannya dan bisa lebih menjaga kondisi kehamilannya. Pasalnya, stunting sangat dipengaruhi oleh seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari dalam kandungan.

“Kalau ibunya sehat, janinnya juga sehat. Jadi, kita kasih tahu apa saja yang harus dilakukan selama kehamilan. Makanan apa yang baik dikonsumsi. Jangan sampai ibu hamil kurang gizi, kan bisa memengaruhi janinnya juga,” ujar Hera pada KOMPAS.com.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBestari Kumala Dewi

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X