Kompas.com - 07/05/2017, 20:11 WIB
Ilustrasi tattoo mabe123Ilustrasi tattoo
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seni merajah tubuh alias tato kini dipandang sebagai bentuk pernyataan diri. Namun, sebelum Anda membubuhkan "lukisan" permanen pada kulit Anda, ketahui dulu apa saja efek buruknya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) baru memperbarui panduannya mengenai tato dan mempertanyakan keamanannya.

Dalam catatannya, FDA menerima 364 laporan dari efek buruk tato pada periode 2004-2016. Popularitas tato memang terus meningkat, namun FDA mengingatkan akan bahayanya.

Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan sebelum membuat tato:

- Infeksi
Anda mungkin sudah mengetahui pentingnya membuat tato di tempat yang bersih dan terpercaya, serta wajib menggunakan alat-alat yang steril. Walau begitu, menurut FDA kita juga bisa terkena infeksi dari tinta yang terkontaminasi bakteri atau jamur.

Penggunaan air yang tidak steril untuk mengencerkan pigmen (bahan yang ditambahkan dalam warna) adalah penyebab utama infeksi pada tinta, walau bukan satu-satunya. Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui apakah tinta yang dipakai bebas kontaminasi atau tidak.

- Kandungan dalam tinta
Dalam penelitian di Inggris ditemukan adanya senyawa beracun yang ditemukan dalam banyak tinta tato saat ini akibat masuknya tinta murah dari China, yang tidak diatur standar keamanannya. Bahkan, ada juga studio tato yang menggunakan tinta printer atau cat mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

YakobchukOlena Barista bertattoo sedang mempersiapkan kopi

- Reaksi alergi
Bila kita terkena infeksi, akan muncul ruam kemerahan di sekitar area tato. Reaksi alergi juga memiliki gejala yang sama, radang dan gatal. Karena tato permanen, maka reaksi alerginya juga.

- Jangan lakukan sendiri
FDA memperingatkan agar kita jangan membuat tato sendiri, terutama karena risikonya terkena infeksi dan alergi.

Memang tidak semua orang akan mengalami bahaya tersebut, sebagian orang membuat tato dan tak mengalami reaksi apa pun. Walau begitu, ingatlah bahwa saat kita memasukkan jarum ke dalam kulit, ada risikonya bagi kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.