Kompas.com - 18/10/2018, 07:15 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih tinggi. Kasus KDRT bahkan menjadi pengaduan kekerasan yang paling banyak diterima oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Sampai 17 Oktober 2018, ada sebanyak 5.850 pengaduan kasus KDRT di 2018 yang terdata pada Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) (Oktober, 2018).

Kasus kekerasan paling banyak terjadi pada perempuan. Mata rantai kasus ini harus diputus dengan melibatkan generasi muda.

"Kami harapkan bisa muncul satu generasi yang bisa memutus mata rantai KDRT," ungkap Menteri Kemen-PPPA Yohana Yembise saat berkunjung ke acara sosialisasi pencegahan KDRT di Manokwari, Rabu (17/10/2018).

KDRT dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk. Salah satunya adalah menimbulkan trauma pada anak.

Menurut Yohana, perselisihan antara suami dan istri seharusnya tak dilakukan di depan anak.

"Anak bisa trauma bahkan meniru jika kelak dewasa. Kami yakin kekerasan dalam rumah tangga dapat diminimalisasi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap acuh dengan lingkungan terdekatnya,” tuturnya.

Anak yang tumbuh dalam keluarga yang mengalami KDRT cenderung akan meniru ketika dewasa.

Begitu juga anak perempuan yang melihat ibunya dipukul ayahnya dan ibunya diam saja, tidak melapor atau melawan, pada saat berumah tangga kemungkinan dia akan cenderung berbuat serupa. Akibatnya mata rantainya sulit diputus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.