Kompas.com - 31/01/2020, 07:56 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta  memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara Soekarno-Hatta memeriksa suhu tubuh wisatawan asal China yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China.

JAKARTA, KOMPAS.com – Virus corona yang berasal dari Wuhan, China, terus menyebar sampai ke belasan negara. Walau belum dilaporkan ada kasus infeksi corona di Indonesia, namun kita perlu waspada. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus yang menyerang paru ini.

Dijelaskan oleh Dr.dr.Erlina Buhan, spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta, virus corona mengakibatkan infeksi saluran nafas akut dan menular melalui kontak fisik yang intensif, yaitu melalui droplet (percikan cairan liur ketika bersin).

"Kontak intensif dengan pasien akan memudahkan penularan virus ini. Penularan dapat melalui kontak erat seperti berkerja dalam satu ruangan atau berhubungan secara intensif," katanya dalam acara seminar tentang virus corona yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta (30/1).

Kelompok orang yang rentan tertular virus corona adalah orang dari ras Asia, orang lanjut usia, dan mereka dengan gangguan sistem imun rendah.

Ditambahkan oleh pakar virus dr.F.Fera Ibrahim Sp.MK(K), penyebaran antarmanusia terjadi melalui droplet atau percikan cairan ketika bersin atau batuk, interaksi yang intensif dengan pasien terjangkit corona, berhubungan dengan hewan yang terinfeksi, serta lingkungan yang tercemar.

Baca juga: Wabah Virus Corona: WHO Umumkan Status Darurat Dunia

Pakai masker

Karena virus ini menular melalui udara dan droplet, Fera menganjurkan untuk selalu memakai masker yang benar dan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan pakai sabun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai penggunaan masker, menurut Fera ada dua jenis masker yang bisa dipakai, yaitu masker N95 dan masker bedah.

“Masker N95 dapat memfilter 0.3 mikron partiker dan menahan virus hingga 95 persen. Masker ini dibuat untuk melidungi pengguna dari penularan airbone transmission,” jelas dokter dari Departemen Mirkobiologi FKUI ini.

Sementara itu masker bedah pada dasarnya dipakai dokter untuk mencegah percikan darah atau cairan tubuh untuk mencegah penularan dari pengguna masker lain.

Menurutnya, jenis masker ini juga dapat melindungi dari virus dari pada tidak sama sekali. Penggunaanya juga harus benar.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X