Mengatasi Genitnya Anak di Facebook - Kompas.com

Mengatasi Genitnya Anak di Facebook

Kompas.com - 29/12/2010, 13:45 WIB

KOMPAS.com - Media jejaring sosial, terutama Facebook, semakin akrab dengan segala kalangan, termasuk anak dan remaja. Coba simak saja ungkapan perasaan atau kata-kata yang ditulisakan oleh anak, keponakan, atau adik remaja Anda di Facebook.

Anda akan menemukan dunia anak dan remaja yang begitu "genit" dan kadang tak pernah Anda kira sebelumnya. Orangtua perlu lebih bijak menanggapi kondisi ini, agar mampu menguasai diri dari rasa cemas dan khawatir berlebihan.

Tak salah jika dikatakan, Facebook di Indonesia menjadi fenomena. Data menunjukkan, Indonesia menjadi negara penyumbang akun Facebook ketiga terbesar, setelah AS dan Inggris. Peringkat ini meningkat tajam, karena pada 2009 lalu Indonesia masih berada di peringkat tujuh di dunia. Laporan Kontan menuliskan, Agustus 2010 lalu akun Facebook di Indonesia berjumlah 26 juta.

Bagaimanapun, jangan dulu memandang negatif genitnya Facebook yang sukses mengambil hati anak Anda. Jejaring sosial tetap ada positifnya. Meski banyak orangtua yang mulai resah karena mendapati anaknya mulai berkencan melalui Facebook.

Kuncinya, orangtua tetap perlu bijaksana dan tidak mudah terlalu curiga atau mencemaskan anak-anaknya. Ini karena rasanya hampir mustahil bagi orangtua melarang anak mengakses Facebook..

"Manfaat Facebook sebenarnya cukup banyak bila digunakan untuk hal positif. Kata kunci untuk mengendalikan anak-anak adalah dengan mengalihkan perhatian mereka," papar Rienny Hassan, pengasuh rubrik psikologi Tabloid Nova seperti dikutip Warta Klub Nova.

Mengapa demam Facebook menjadi fenomena kalangan anak dan remaja?

Rienny menjelaskan, anak usia praremaja dan remaja punya kebutuhan besar untuk mengidentifikasikan diri dengan segala hal yang lekat dengan atribut "keremajaan". "Yang teman-temannya lakukan, terasa wajib ia lakukan pula," tambahnya.

Facebook menjadi wadah berekspresi yang digemari anak pemalu. Mereka mendapatkan kompensasi luar biasa dari kontak sosial di dunia maya, karena tanpa bertatap muka, obrolan bisa mengalir lancar. Efeknya, kata Rienny, "cinta maya" mudah sekali bersemi dan menjadi prioritas utama. Kisah cinta di dunia maya ini menggeser kesenangan lain yang lebih sehat dan mendewasakan dalam konteks dunia nyata.

Orangtua menjadi teladan nyata

Menurut Rienny, fenomena Facebook berakar dari pencarian jati diri, di tempat yang salah, pada waktu yang salah, pada orang yang salah. Orangtua perlu menjadi teladan bagi anak agar anak punya keinginan dan aspirasi.

Anak perlu ditanamkan kematangan perilaku untuk lebih menghargai dan peduli pada kenyamanan orang lain. Dengan begitu anak mampu berhenti sejenak memikirkan diri sendiri dan punya keinginan menyenangkan hati orangtua atau orang lain di sekitarnya.

Tanpa kematangan seperti ini, egoisme anak akan tumbuh subur. Dampaknya, anak akan cuek, tetap mempertahankan perilaku dan kebiasaan yang membuat orangtua atau orang lain di sekitarnya tak nyaman.

Rienny menjelaskan, untuk mencetak anak dengan kematangan sikap, orangtua perlu meneladani kejujuran, integritas dalam menjalani hidup, yang merupakan pola ideal untuk diadopsi anak nantinya.

Dengan mengadopsi pola ideal ini, anak mampu menjalani hidup dengan keputusan bertanggung-jawab, termasuk membagi waktu untuk hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Rasanya jika anak memiliki perilaku seperti ini, meski candu Facebook tak bisa dihindari, anak masih bisa membatasi dirinya.

Bicara dengan bahasa anak dan ciptakan hubungan nyata

Rienny mengatakan, orangtua akan tetap bijaksana dan tidak "parno" atau mudah curiga dan cemas tanpa alasan jelas, bila orangtua rajin meng-update diri dengan kemajuan teknologi.

"Orangtua perlu tahu apa itu internet, apa yang terjadi di warnet, apa rasanya ber-Facebook-an, sehingga kesenangan dan kenikmatan yang melanda anak, bisa dihayati pula," katanya.

Orangtua juga perlu menggunakan bahasa yang sama dengan anak tentang suatu hal. Cara ini akan membuat anak merasa dipercaya sehingga punya tanggung jawab untuk memelihara kepercayaan dari orangtuanya.

"Berikan juga peluang kepada anak untuk merasakan dan kemudian meyakini bahwa individu punya kebutuhan dasar untuk connected. Terhubung secara nyata dengan individu lain, melalui kontak mata, sentuhan, pelukan, dan belaian kasih dari orang yang menyayanginya," jelas Rienny.

Kesempatan berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan anak ini perlu diciptakan orangtua agar anak tak semakin terbenam dalam dunia maya yang hanya menawarkan sentuhan semu dan bukan hubungan yang nyata.

EditorJimmy Hitipeuw

Terkini Lainnya

5 Alasan Mengapa Bantal Perlu Diganti Rutin

5 Alasan Mengapa Bantal Perlu Diganti Rutin

Feel Good
Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

Mengapa Orangtua Perlu Bersyukur Punya Anak yang Tak Bisa Diam

Feel Good
Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

Kecenderungan Psikopat pada Penyuka Kopi Pahit

Eat Good
Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

Pria Jakarta Lebih Pede Lakukan Perawatan Estetika

Look Good
Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

Ultherapy, Mengencangkan Kulit dengan Energi Suara

Look Good
Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

Profesi Dokter dan Tentara Tak Lagi Jadi Cita-cita Utama Remaja

Feel Good
Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Penuhi Kebutuhan Ini Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Feel Good
Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Apakah Kondom Bisa Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Feel Good
Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Kiat Memainkan dan Memadukan Motif Batik

Look Good
Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun

Feel Good
Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Segera Hadir, Batik Motif Simpang Susun Semanggi

Look Good
Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Jam Tangan Anda Juga Perlu Dibersihkan

Look Good
5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

5 Cara Bekerja Lebih Cerdas

Feel Good
Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Mengintip Gaya Hidup Pegulat Sumo

Feel Good
Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Ikuti Gaya Chris Hemsworth Mengenakan Kaus ‘V-Neck’

Look Good
Close Ads X