Kopi dan Teh Mengakibatkan Perut Buncit? - Kompas.com

Kopi dan Teh Mengakibatkan Perut Buncit?

K. Wahyu Utami
Kompas.com - 24/09/2013, 13:10 WIB
shutterstock Jangan terlalu banyak minum kopi atau teh jika tidak ingin perut Anda membuncit

KOMPAS.com — Perut langsing tak berlemak telah menjadi impian bagi semua wanita di dunia ini, baik mereka yang masih lajang maupun yang sudah memiliki anak. Sebab, penampilan dengan perut rata dapat membuat seseorang tampil lebih percaya diri. Dan, penyebab perut membuncit ternyata ada pada minuman sehari-hari, terutama teh dan kopi.

Penelitian telah mengatakan minuman jenis kopi, teh, atau minuman kafein diet lainnya dapat memberikan timbunan lemak di bagian perut Anda. Sama seperti yang dipaparkan oleh Eugene Wells pada buku barunya berjudul The Decaf Diet, yang tengah populer saat ini.

Pertama, ia mengungkapkan bahwa ada hubungan jarak jauh antara konsumsi kafein dan obesitas. Ketika kita minum kopi, tubuh kita memproduksi hormon kortisol, hormon yang serupa pada saat kita mengalami stres atau ketakutan. Ini meningkatkan kadar gula darah, dan itulah yang menyebabkan berubah menjadi lemak.

Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, Wells mengutip sebuah studi Amerika Serikat yang menunjukkan jika kortisol dinaikkan dalam waktu lama, tubuh juga merelokasi timbunan lemak dari bagian lain langsung ke perut. Maka, Anda pun pada akhirnya akan memiliki timbunan lemak di perut atau yang sering disebut “perut kopi”.

Ditambah lagi, sebagian besar dari kita mencampurkan minuman dengan gula dan susu sehingga itu makin menambah jumlah kalori. Dan, juga ada perlakuan kecil yang kita miliki dengan mengonsumsi biskuit atau kue manis bersamaan dengan kopi atau teh.

Menurut ahli gizi Bini Suresh, terdapat kafein sampai 94 mg per cangkir kopi serta 42 mg per cangkir teh. Yang direkomendasikan untuk batas harian yaitu 400 mg, tetapi bahkan satu cangkir kopi dapat memicu pelepasan kortisol. Suresh merekomendasikan wanita tidak boleh minum lebih dari dua cangkir teh atau kopi per hari.

Selain itu, kafein dapat menghambat kemampuan kita untuk menyerap kalsium dan meningkatkan risiko osteoporosis. Memang, kafein dikenal untuk meningkatkan kewaspadaan dan fungsi kognitif, tetapi, menurut Bini, Anda juga harus memastikan mengonsumsi makanan sehat dan banyak minum air putih dibandingkan kebanyakan kafein.

Setelah itu tubuh Anda juga akan menyesuaikan dan beralih pada minuman sehat. Beda halnya dengan Wells yang menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan atau jus sebagai pengganti camilan minuman sore Anda.

Nah, apakah Anda ingin memiliki perut yang ramping dan rata? Kenapa tidak mencoba langkah yang disarankan di atas? Selamat mencoba!

PenulisK. Wahyu Utami
EditorD. Syafrina Syaaf
SumberDailymail
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM