Bila Suami Takut Mendampingi Istri Melahirkan - Kompas.com

Bila Suami Takut Mendampingi Istri Melahirkan

Kompas.com - 05/09/2015, 10:15 WIB
shutterstock Ilustrasi
TANYA:

Saya sedang hamil 36 minggu dan sekarang sedang mempersiapkan persalinan saya yang rencananya secara normal. Sebetulnya saya sangat ingin melahirkan didampingi oleh suami karena orangtua kami tinggal di kota lain. Tetapi suami saya mengaku takut masuk ruang bersalin.

Dokter, sebenarnya apakah ada efek negatifnya kalau saya memaksa suami untuk mendampingi. Apakah pertimbangan dari rumah sakit untuk mengijinkan keluarga/suami masuk ruang bersalin. Ini adalah kelahiran anak pertama kami sehingga saya merasa takut menghadapinya. Terima kasih atas sarannya dok.

Meniek (25), Bandung

 
JAWAB:

Ibu Meniek Yth,

Proses persalinan merupakan peristiwa yang sangat penting, sampai ada yang mengartikannya sebagai proses hidup mati. Dari sudut pandang medis, proses persalianan adalah proses yang wajar. Sekitar 80 persen  wanita dapat melahirkan secara normal. Memang bisa terjadi komplikasi saat persalinan, mulai dari hal yang ringan sampai hal yang dapat menimbulkan kematian.

Seorang suami sangat diperlukan untuk mendampingi proses persalinan ini karena akan memberi rasa aman dan nyaman, sehingga bila ada kondisi yang darurat, bisa segera diambil keputusan.

Masalahnya tidak semua suami mampu melakukan pendampingan ini karena takut atau tidak tega. Dan kalau dipaksakan bisa menimbulkan trauma jangka panjang.

Menurut saya, dirundingkan saja secara baik baik dan dicarikan jalan keluarnya. Mungkin bisa diganti dengan orang tua atau saudara, sementara suami bisa tunggu diluar, sehingga semua bisa berjalan lancar.

EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM