Dua Tahap Lagi David Gurnani ke Final "The Biggest Loser Asia"

Kompas.com - 17/02/2010, 23:19 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - David Gurnani, kontestan asal Indonesia, akhirnya melaju ke babak 6 besar di ajang The Biggest Loser Asia, kontes dan reality show penurunan berat badan pertama dan terbesar di Asia.

Ini artinya, tinggal dua langkah lagi ia melaju ke babak final kompetisi berhadiah uang tunai 100 ribu dollar AS dan 1 unit mobil Renault Koleos SUV senilai 70 ribu serta menjadi duta gerakan antiobesitas di kawasan Asia.

Pada episode ke-11, yang ditayangkan Hallmark Selasa (16/2/2010),  salesman berusia 25 tahun ini, secara konsisten menjadi peserta dengan persentase penurunan berat badan terbanyak.

Hingga minggu ke-11 kompetisi, ia berhasil menurunkan 45 kg atau 28,66 persen dari berat badan saat awal kompetisi dengan bobot 157 kg. Persentase yang melampaui angka yang diraih rekan-rekannya.

Atas keberhasilan David di sejumlah tantangan membuatnya dijuluki "King David". Ia tak hanya punya prestasi penurunan berat badannya, ia juga dominan dalam berbagai tantangan kelompok dan individu serta di dalam timnya.

Pada tantangan minggu sebelumnya, David berhasil memenangkan sebuah tantangan individu  hingga membuatnya mendapatkan hadiah berupa kekebalan dari eliminasi, makan malam spesial ala Indonesia. Tak hanya itu saja, kejutan manis justru diterimannya ketika ia kedatangan tunangan, adik laki-laki dan sepupunya.  

Mereka bertiga sangat terkejut dengan penampilan David sekarang. Levine, tunangannya, mengaku tak percaya dengan penampilan kekasihnya sekarang ini. "Ia terlihat luar biasa, sangat ganteng. Ia telah berubah. Ia adalah orang yang berbeda sekarang, dan saya sangat bangga padanya," ujar Levine bangga.  
 
Selama mengiktui kompetisi. Pola kehidupan David memang benar-benar berubah total.  Dia mengaku sebelum ikut kompetisi, ia punya kebiasaan  bangun pukul 9 pagi, tapi  sekarang ia harus bangun pukul 5 pagi. "Yang biasa makan 2-3 piring sekali makan, sekarang hanya boleh ½ cangkir. Yang biasanya tidak pernah berolah raga sekarang olah raga setidaknya 10 jam per hari. Memang berat, membutuhkan kekuatan mental dan fisik, namun hasilnya sangat sepadan. Saya jadi tidak malas, jauh lebih sehat, dan lebih kuat.”

"Semua ini saya lakukan tidak hanya karena ingin menjadi The Biggest Loser pertama di Asia, namun dengan fisik saya yang baru, saya ingin bisa menikmati kehidupan saya 30 hingga 50 tahun lagi dan tentunya menginspirasi banyak orang yang obesitas untuk menjalani pola hidup sehat," lanjut David.

The Biggest Loser Asia akan memasuki momen-momen penentuan, 6 orang yang tersisa akan menjalani berbagai tantangan dan dua kali proses eliminasi hingga terpilih 4 orang finalis yang akan dikirim ke rumah masing-masing, menjalani latihan dan tantangan nyata di luar camp untuk ditimbang saat malam final 9 Maret ini.

Akankah David melaju hingga malam final? Saksikan terus perjuangan David di The Biggest Loser Asia, di saluran Hallmark setiap Selasa malam pukul 20.00 WIB. (EH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.