Soal Sufor, Kemenkes Pelajari Keputusan MA

Kompas.com - 28/01/2011, 15:34 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas.com - Kementerian Kesehatan RI menyatakan masih mempelajari keputusan Mahkamah Agung (MA) tentang kewajiban untuk membuka hasil riset mengenai susu formula yang tercemar bakteri.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof.Tjandra Yoga Aditama di sela-sela acara 'Pencanangan Tahun Pencegahan Cacat akibat Kusta' di Gedung Kemenkes Jakarta (28/1/2011).

"Kami masih mempelajari putusan MA tersebut. Perlu dijelaskan juga bahwa riset tersebut tidak dilakukan oleh Kemenkes," katanya.

Tjandra menambahkan, berbeda dengan hasil temuan peneliti IPB, riset Kementerian Kesehatan tidak menemukan adanya cemaran bakteri pada susu formula. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menegaskan bahwa pencemaran bakteri Enterobacter sakazakii dalam susu formula yang beredar tidak pernah ditemukan.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Roy Sparringa, pihaknya pernah menguji 96 sampel susu formula dan makanan bayi di pasaran pada tahun 2008.  Hasil pengujian tersebut menunjukkan negatif Enterobacter sakazakii.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X