Polusi Udara Picu Kerusakan Otak

Kompas.com - 08/04/2011, 09:43 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Polusi udara yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, yang merupakan kombinasi dari bahan-bahan beracun, bisa memicu penyakit pernapasan, serangan jantung, kanker dan kematian dini. Studi terbaru bahkan menambahkan satu bahaya lagi, yakni kerusakan otak.

"Kita memang tidak bisa melihat partikel pencemar udara, tapi partikel halus itu bisa terhirup dan berdampak pada saraf-saraf di otak dan dalam jangka panjang merusak otak," kata Caleb Finch, peneliti senior yang hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Ia menambahkan partikel udara berukuran sangat kecil yakni satu perseribu lebar rambut manusia dan terlalu kecil untuk diserap oleh sistem saringan mobil.

Dalam penelitiannya Finch dan timnya menggunakan teknologi unik untuk menciptakan ulang bahan penyebab polusi udara yang berasal dari pembakaran bahan fosil kemudian membiarkan tikus di laboratorium terpajan partikel tersebut selama 150 jam yang dibagi dalam tiga sesi perminggu dan berlangsung selama 10 minggu.

Pajanan tersebut mengakibatkan kerusakan pada saraf otak yang berkaitan dengan fungsi mengingat dan kemampuan belajar. Mereka juga mendeteksi tanda inflamasi yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer dan kepikunan. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan apakah dampak serupa bisa terjadi pada manusia.

Ketua peneliti, Todd Morgan, mengatakan cara paling baik untuk menghindari pajanan polusi adalah membatasinya, terutama pada anak-anak. "Polusi udara bisa memicu penyakit asma, serta penurunan kecerdasan pada anak," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.