Waspadai Diabetes pada Anak

Kompas.com - 17/06/2011, 09:51 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Penyakit diabetes pada anak-anak perlu semakin diwaspadai para orang tua. Data sebuah penelitian kecil menunjukkan, jumlah anak-anak penderita diabetes terus meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup.

Menurut data yang diungkap dr.Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), jumlah anak-anak penderita diabetes dalam kurun dua tahun terakhir ini menunjukkan kecenderungan terus naik. Meskipun data ini tidak mewakili secara nasional, tetapi angka kenaikannya perlu diwaspadai.

"Tahun 2011 ini, ada 65 anak diabetes yang tercatat, naik 400 persen dari tahun 2009. Dari jumlah itu, sebanyak 32 anak menderita diabetes melitus atau diabetes tipe dua," ungkap Aman pada acara konferensi pers 'Cermati Asupan Gula Berlebih pada Susu Anak' yang diadakan oleh Fonterra Brands Indonesia di Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Aman menjelaskan, penyakit diabetes pada anak-anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang buruk, adanya riwayat diabetes di keluarga, anak lahir dengan berat badan rendah, serta kegemukan (obesitas). 

Faktor kegemukan adalah poin yang perlu menjadi perhatian khusus, karena fenomena ini tengah menggejala di masyarakat.  Dr.Rini Sekartini, Sp.A (K), ahli tumbuh kembang anak dari FKUI yang melakukan penelitian pada 100 anak usia 3-6 tahun di tiga Taman Kanak-kanak (TK) dan satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta menemukan, 20 persen anak TK mengalami obesitas dan 17,1 persen anak di PAUD obesitas.

Hal serupa juga terungkap dalam hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, yang menunjukkan prevalensi obesitas di kalangan balita Indonesia terus meningkat.  Prevalensi kegemukan pada balita mengalami kenaikan dari 12,2 persen pada 2007 menjadi 14 persen pada 2010.

Tingginya asupan gula pada makanan anak-anak, kata Aman, menjadi faktor yang harus diwaspadai para orang tua. Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan pada anak seharusnya tidak melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi.

Artinya, berdasarkan angka kecukupan gizi Indonesia 2004, anak usia 1-3 tahun seharusnya mengonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan per hari atau setara dengan 5 sendok teh. Di usia 4-6 tahun jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau sekitar 8 sendok teh.

Asupan gula terbanyak yang dikonsumsi anak adalah sukrosa yang mencapai 49,5 gram dan terbanyak berasal dari konsumsi susu formula. "Prosentase ini sudah melebih ambang batas yang direkomendasi WHO," tutur Aman.

Untuk mencegah obesitas pada anak, dr.Aman menganjurkan agar para orangtua mengembalikan pola makan anak yang benar. "Untuk tumbuh kembang anak butuh 1.600 kalori setiap harinya yang dibagi dalam 3 kali makan dan 2 kali snack. Minum susu secukupnya saja dan tingkatkan aktivitas fisik anak," tegas dr.Aman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X