8 Jurus Menyikapi Bantahan Atasan

Kompas.com - 04/02/2013, 17:27 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Atasan sering minta hasil laporan mendadak, padahal ia tak pernah mendelegasikannya kepada Anda. Saat Anda mengatakan tak pernah diberi tugas, ia makin bersikeras kalau ia sudah memberikan tugas. Ini dia jurus agar sikap bos tersebut tak bikin "makan hati".

1. Klarifikasi tugas yang diberikan dengan cara menekankan poin penting yang perlu Anda kerjakan. Lalu, pertegas dengan komunikasi melalui email atau media elektronik yang tercatat, sehingga Anda memiliki bukti.

2. Bila manajer/atasan cenderung menyukai gaya informal dalam memberikan tugas, maka sampaikan dengan nada biasa, dengan percakapan ringan sebelumnya, kemudian mengingatkan dengan sopan mengenai komitmen yang saat itu sudah disetujui.

3. Bila sikapnya sehari-hari cenderung dominan, tegas, formil, maka sampaikan secara langsung. Tidak perlu bertele-tele, dan ajukan ide untuk melakukan perbaikan di tugas berikutnya. Tanyakan apa yang harus Anda lakukan, agar bisa sama-sama mengingat kesepakatan berdua dengan jelas dan tepat.

4. Saat atasan mengajak diskusi atau me-review hasil kerja Anda yang telah lalu, maka Anda bisa menyebutkan secara spesifik, apa saja yang menjadi kendala selama ini. Termasuk membicarakan tentang sikapnya yang mungkin membuat Anda "kewalahan".

5. Saat atasan memberikan tugas, mintakan kepastian mengenai batasan wewenang dan fasilitas apa yang dapat Anda manfaatkan, gunakan, agar bisa menuntaskan tugas yang beliau berikan dengan baik.

6. Bila alasan memberi pekerjaan mendadak karena bos cenderung semuanya ingin serba sempurna hingga ia melakukan one man show, maka dapatkan kepercayaan darinya, tunjukkan kompetensi dan kecermatan kerja Anda sesungguhnya secara konsisten, sehingga beliau yakin bahwa sebenarnya beliau dapat mendelegasikan tugas ini pada Anda jauh sebelum deadline.

7. Secara informal Anda juga minta berkonsultasi dengan rekan senior lain yang sudah kenal dengan gaya kerja atasan. Minta saran-saran praktis dan efektif. Secara formal, Anda juga bisa mengkonsultasikan dan mendiskusikannya dengan pihak yang berwenang dalam meningkatkan kinerja, misal dengan mentor lain yang ditunjuk perusahaan. Atau dengan atasan dari manajer Anda, maupun dengan bagian personalia yang menangani konseling karyawan.

8. Bila hal ini berlarut-larut dan Anda sudah mencoba segala cara positif namun belum ada solusi efektif, diskusikan bagaimana peluang karier Anda di perusahaan tersebut, mungkinkah Anda dirotasi ke unit kerja lain. Masih adakah peluang atasan mendapat umpan balik dari pihak yang berwenang di perusahaan sehingga bisa memperbaiki diri.

(Majalah Chic/Donna Turner, Konsultan Sumber Daya Manusia)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X