Kompas.com - 22/10/2013, 11:53 WIB
Koleksi terbaru Edward Hutabarat di Jakarta Fashion Week 2014 KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZESKoleksi terbaru Edward Hutabarat di Jakarta Fashion Week 2014
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.comMelalui pagelaran busana Jakarta Fashion Week (JFW) 2014, Edward Hutabarat menampilkan ragam koleksi Batik Parang yang digubah menjadi busana siap pakai. Nuansa modern menjadi kekuatan yang ingin ditonjolkan sebagai gagasan utama.   

Kurang lebih sekitar 82 busana dipamerkan oleh desainer yang akrab disapa Edo ini. Hingga hari keempat, Edo bisa dibilang adalah perancang yang mempersembahkan koleksi terbanyak di JFW. Lewat lini ready-to-wear, Edo memadupadankan Batik Parang dengan motif batik lain, seperti Cirebon, Pekalongan, Solo dan Yogyakarta.  

Menariknya, walaupun menggunakan material kain Batik yang identik dengan perhelatan formil, di tangan Edo bertransformasi menjadi busana yang layak dikenakan untuk aktivitas harian. “Saya menggunakan Batik Parang, karena menurut saya motif Parang adalah motif yang agung. Untuk membuat rancangan makin menarik, saya memadukannya dengan motif batik lainnya” terang Edo, sesaat sebelum shownya berlangsung.

Perancang yang telah berkarya selama 30 tahun di ranah mode tanah air, sangat percaya  bahwa generasi penerus, akan mawas dengan budaya bangsa bila dihadirkan dalam kemasan bergaya hidup modern.

Konsep tersebut pun, dimanifestasikan Edo dengan pendekatan kasual dan rileks dalam keagungan sebuah Batik Parang yang abadi. Garis rancang yang jauh dari kompleksitas, menghasilkan teknik cutting yang sederhana, tanpa mengenyampingkan atmosfir elegansi dan sotifikasi.

Berturut-turut gaun berpotongan A-line dengan siluet longgar, tampil dalam motif batik berwarna cerah dan menyenangkan. Kehadiran outer yang membalut gaun atau digantungkan di atas bahu, hadir sebagai penyelaras busana yang menghembuskan semangat kekinian generasi muda.

Konsep padu-padan yang lebih ringan dipaparkan dengan teknik penyatuan antara atasan berpotongan ramping, dengan gaun yang lebih bervolume atau sebaliknya. Imagi dinamis, aktif dan feminin begitu kental terasa di masing-masing koleksi. Bahkan, tampilan jumpsuit yang identik dengan gaya maskulin, tampak membumi di atas material Batik Parang. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X