Tantangan Calon Anggota Legislatif Perempuan

Kompas.com - 20/03/2014, 10:43 WIB
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta KOMPAS.com/SABRINA ASRILKompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Ditetapkannya kuota 30 persen wanita di parlemen membuat kesempatan bagi seorang wanita untuk berkarier di bidang politik semakin terbuka lebar. Meski begitu, sebelum memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, kaum wanita perlu mengenali potensinya masing-masing.

"Sesuaikan juga dengan kemampuan, pendidikannya dan juga latar belakangnya, mampu nggak dia mengemban aspirasi rakyat," kata Ismarindayani Priyanti, istri Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, di acara perayaan ulang tahun Persatuan Istri Purnawirawan di Gedung Jala Puspita, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/14).

Menurutnya latar belakang pendidikan seseorang ini akan sangat memengaruhi pola pikir, tindakan dan keputusan yang diambil seseorang. Dengan demikian sebagai politikus mereka akan lebih berkualitas.

"Ketika menjadi wakil rakyat, pendidikan seseorang akan menjadi bekal dan ada relevansi-nya dengan hal ini. Harus ada standar pendidikannya juga. Kalau mau parlemennya bagus, ya kualitas orang yang ada di dalamnya juga harus bagus," katanya. 

 
Hal ini disampaikannya karena sekarang ini semakin banyak orang yang mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat hanya sekadar ikut-ikutan saja.

"Sekarang ini kan banyak artis yang seperti itu, tapi saya nggak bilang kalau semua artis itu tidak mampu. Ada juga yang memang mampu jadi anggota dewan, tapi banyak juga yang kapasitasnya belum memenuhi," katanya.

 
Selain itu, ketika menjadi perwakilan rakyat, perempuan juga dituntut untuk lebih amanah dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya. Perempuan politikus juga diharapkan tetap bisa profesional dan membagi waktunya dengan tepat untuk keluarga.

"Emansipasi boleh setinggi langit tapi jangan lupakan kodratnya sebagai ibu yang juga harus dijalankan dengan maksimal. Itu sesuai pesan dari RA Kartini," tambahnya.

 
Usia juga menjadi salah satu syarat untuk menjadi politikus. Jika perwakilannya berusia muda maka diharapkan akan memiliki banyak ide-ide kreatif dan kerjanya lebih produktif. 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X