Kompas.com - 28/12/2016, 12:47 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

 

DENPASAR, KOMPAS.com – Kota Denpasar merupakan salah satu kota yang ramah dengan anak-anak sehingga meraih gelar Nindya dalam Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA).

Salah satu pemenuhan kebutuhan anak-anak di Kota Denpasar adalah pelayanan untuk para anak-anak yang autis. Bahkan, pusat pelayanan ini menjadi percontohan di Indonesia.

“Pusat Pelayanan Autis Denpasar ini menjadi role model Nasional. Saat ini programnya lebih banyak dan manajemennya lebih tertata,” ujar I Nyoman Handika, Ketua Pengurus Harian Pusat Pelayanan Autis Denpasar saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa (27/12/2016).

Sebelumnya, tempat ini memiliki nama Pusat Tumbuh Kembang Anak, tetapi telah berganti dan saat ini telah menangani sebanyak 112 anak autis.

Dia juga menekankan bahwa pelayanan ini bisa didapatkan tanpa harus bayar alias gratis. Namun, sebelum menerima anak-anak tersebut, mereka pun akan melakukan assessment.

“Jadi, itu kita melakukan screening terhadap anak. Kemudian, observasi sampai menemukan kesimpulan bahwa anak tersebut autis atau bukan,” urainya.

Lalu, setelah anak tersebut ditemukan autis maka akan diberikan penjadwalan untuk melakukan program selanjutnya di bagian intervensi.

Intervensi yang dijalankan pun ada empat, diantaranya perilaku, bicara, okupasi, dan fisik.

Untuk usia screening sendiri seperti yang dijelaskan I Nyoman, mulai dari dua hingga yang tertua 20 tahun. Namun, ke depannya mereka akan memprioritaskan anak-anak usia dua hingga 15 tahun.

Kemudian, dia juga menjelaskan bahwa anak-anak autis ini bermacam-macam, sehingga metode yang dilakukan pada anak juga berbeda-beda.

Namun, biasanya yang paling lama untuk diberi pendidikan adalah anak-anak yang autis berat.

“Rata-rata kemampuan bicara tidak bisa, dia tidak akan bisa berbicara verbal, jadi nonverbal. Kemudian, ada yang terganggu dengan auditorinya. Masih perlu memperbaiki seperti pendengaran, sensorinya,” jelasnya.

Salah satu ruangan atau fasilitas yang ada di Pusat Pelayanan Autis Denpasar, Selasa (27/12/2016).

Oleh karena itu, melihat banyaknya anak-anak autis khususnya di Denpasar, Pusat Pelayanan Autis ini juga tidak hanya menerima untuk mendidik anak-anak tersebut, tetapi juga memberikan pendidikan pada orangtua.

“Kita juga adakan seminar, workshop, dan parenting untuk orangtua setiap bulan. Topiknya macam-macam mulai dari kasus tentang bicara, asupan gizi, diet anak autis, dan lainnya,” pungkasnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.