Simak, Tanda-tanda Pasangan Melakukan 'Micro-Cheating' - Kompas.com

Simak, Tanda-tanda Pasangan Melakukan 'Micro-Cheating'

Kompas.com - 16/05/2018, 20:20 WIB
Ilustrasi tidurAnaBGD Ilustrasi tidur

KOMPAS.com - Pernah mendengar istilah 'micro-cheating'?

Konsultan sekaligus Psikolog asal Australia, Melanie Schilling mendefinisikan micro-cheating sebagai rangkaian aksi yang sebetulnya kecil, namun sudah cukup mengindikasikan bahwa seseorang sudah terfokus, baik secara emosional atu fisik, kepada orang lain di luar hubungannya.

Menurut Schilling, ini adalah bentuk ketidaksetiaan yang mengindikasikan pasanganmu sudah tak lagi berkomitmen secara total terhadap hubungan yang kalian miliki.

Urban Dictionary, mendefinisikan istilah ini pada 2008, menjadi: ketika seseorang berselingkuh terhadap pasangannya, tapi hanya sedikit.

Meski sedikit, selingkuh tetaplah selingkuh, dan indikasinya sangat perlu untuk diketahui agar tak berkembang menjadi lebih besar.

Tanda micro-cheating

Selingkuh fisik sangat mudah didefinisikan, namun tidak untuk micro-cheating karena dianggap hanya sebagai hubungan emosional. Membuatnya berada di area abu-bu.

Meski begitu, ada beberapa contoh aksi yang dianggap sebagai micro-cheating. Di antaranya:

1. Berbohong soal status hubungan di media sosial.

2. Mengecek linimasa media sosial orang lain secara obsesif.

3. Mengirim pesan atau mengontak orang lain secara intim tanpa diketahui pasangan dan mencoba menutupinya.

4. Memberi nama orang tersebut dengan "kode" di ponsel.

5. Terhubung kembali dengan mantan kekasih, baik secara langsung maupun di media sosial.

6. Berbagi suatu hal penting dengan seseorang yang membuatmu tertarik namun di luar hubungan resmimu.

Bisakah micro-cheating merusak hubungan?

Beberapa orang ragu memandang fenomena ini sebagai salah satu tipe pengkhianatan. Di pihak lain, micro-cheating berpotensi menjadi bentuk ketidaksetiaan yang lebih besar.

Jadi, penting bagi kita untuk selalu percaya dengan insting dan suara-suara yang kita dengar terkait dengan pasangan kita.

Namun, daripada membiarkan aksi micro-cheating ini bertumbuh dalam hubungan, lebih baik fokus untuk memperkuat hubungan dengan pasangan dan mengatur batasannya.

Misalnya menyepakati aksi apa saja yang oleh kamu dan pasangan digolongkan ke dalam bentuk pengkhianatan.

Dengan komunikasi yang spesifik, maka batasan itu menjadi jelas.

Sebab, pahamilah bahwa sebuah hubungan akan bertahan jika memiliki fondasi yang kuat dalam segi kepercayaan, kejujuran dan menghormati satu sama lain. 


Komentar
Close Ads X