Penyebab Pangeran Philip dan Pangeran Charles Sulit Akur

Kompas.com - 12/06/2020, 14:14 WIB
Ratu Elizabeth II (kiri) dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh (kanan), dalam permbukaan Parlemen Negara di Westminster, London, Inggris, 25 Mei 2010. STR/EPA-EFERatu Elizabeth II (kiri) dan Pangeran Philip, Duke of Edinburgh (kanan), dalam permbukaan Parlemen Negara di Westminster, London, Inggris, 25 Mei 2010.

KOMPAS.com - Pangeran Philip baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-99. Meski sudah menjadi bagian dari Kerajaan Inggris sejak 1947, namun suami Ratu Elizabeth ini tidak selalu mengikuti tradisi kerajaan.

Faktanya, kekacauan pola asuh, termasuk ibunya yang menderita gangguan mental, ketiadaan sosok ayah, dan tahun-tahun formatifnya di sekolah Gordonstoun di pedesaan Skotlandia, membantu dirinya mengubah pandangan atas dunia.

Meskipun Philip selalu menjadi ayah yang berbakti untuk empat anaknya, Pangeran Charles, Puteri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward, bukan rahasia jika Duke of Edinburgh dan Pangeran Charles sejak lama berjuang keras untuk memiliki hubungan yang rukun dan akur.

Pangeran Charles saat berusia enam bulan digendong ayahnya, Pangeran Philip, dan ibunya yang kala itu masih bergelar Putri Elizabeth. (www.princeofwales.gov.uk) Pangeran Charles saat berusia enam bulan digendong ayahnya, Pangeran Philip, dan ibunya yang kala itu masih bergelar Putri Elizabeth. (www.princeofwales.gov.uk)
Apa penyebabnya?

Masa kecil Philip sangatlah menantang. Pola asuh yang diberikan orangtuanya membentuk karakter keras dalam dirinya, membuat dirinya sulit ditembus media dan publik.

Baca juga: Pangeran Philip Jalani Ulang Tahun Tanpa Perayaan di Kastil Windsor

Ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang tentangnya dan seringkali cepat mengekspresikan pikirannya, apapun itu.

Sedangkan putra sulungnya, Pangeran Charles, berkebalikan dari itu.

Philip juga selalu menggemari olahraga-olahraga yang sangat aktif, sedangkan Charles lebih senang pada teater. Sampai-sampai sang ayah tidak memahami mengapa putranya memiliki sikap yang begitu sensitif.

"Pangeran Philip suka menggertak, blak-blakan, hangat, tangguh dan semacam pengganggu," pakar kerajaan Penny Junor menjelaskan dalam buku Tim Clayton, "Diana: Story of a Princess".

Clayton menambahkan, Philip merasa tidak sabar dengan pencarian jiwa putra sulungnya itu.

Baca juga: Sejak Awal, Ratu Elizabeth Tahu Cinta Charles dan Diana Tak Akan Lama

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X