Kompas.com - 19/06/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi meditasi DragonImagesIlustrasi meditasi
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Meditasi diyakini menjadi praktik yang tepat untuk membantu menenangkan batin.

Banyak orang mencoba latihan meditasi karena mengetahui banyat manfaat kesehatan di baliknya.

Namun, tak sedikit yang tidak yakin atau ragu untuk memulainya, atau sudah mencobanya namun merasa tidak mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.

Memang, sulit melakukan latihan meditasi sebagai sebuah disiplin.

Jika kebugaran fisik dan nutrisi adalah hal yang bisa diukur, meditasi dan kesadaran adalah pengalaman yang sifatnya pribadi sehingga sulit untuk mengetahui mana cara yang "benar" untuk melakukannya.

Luke Macleod, pakar meditasi dan pendiri Soul Alive, sebuah platform live stream meditasi mengatakan, meditasi tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah keterampilan yang harus dikuasai.

Ada banyak orang yang berusaha keras untuk berhasil saat bermeditasi karena mereka menginginkan hasil yang langsung serta ingin tahu apa yang bisa dilakukan berikutnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika kamu memperlakukan meditasi sebagai sebuah keterampilan, maka itu akan menjadi seperti tugas rutin. Tidak ada orang yang menyukai tugas rutin," kata Macleod, seperti dilansir DMarge.

Meditasi seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan sebuah tugas yang harus dilaksanakan.

"Oleh karenanya jangan mulai dengan harapan apapun. Buatlah dirimu pasrah pada proses dan pengalaman yang didapat setiap kali bermeditasi."

Baca juga: 10 Manfaat Meditasi untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Jika kamu ingin mencoba meditasi namun bingung memulainya, tips berikut mungkin bisa membantumu untuk lebih memahaminya.

1. Pola pikir meditasi

Salah satu pandangan keliru yang dilakukan banyak orang saat meditasi adalah mereka berusaha tidak memikirkan apapun dan berusaha agar tidak fokus pada sesuatu demi mendapatkan kekosongan. 

Namun, Macleod mengatakan itu justru berkebalikan dengan apa yang seharusnya kamu lalukan.

"Biarkan dirimu sadar dan fokus. Pertajam pikiranmu," ungkapnya.

Menuru Macleod, meditasi juga bukan berarti hanya fokus pada satu hal. Ini sama halnya ketika seseorang mengatakan, 'jangan memikirkan gajah berwarna merah muda', maka kita secara tidak sadar justru akan memikirkannya.

Begitu juga, jika kamu terlalu fokus untuk berusaha mengosongkan pikiran dan bermeditasi, kamu justru tidak akan bisa melakukan meditasi dengan efektif, karena pikiranmu sibuk berkata kosong.. kosong..

Inti dari meditasi adalah menyadari, termasuk menyadari apa yang kita pikirkan. Jadi tidak masalah bila ada pikiran yang melintas ketika bermeditasi. 

Ketika pikiran melayang-layang, cobalah menyadari bahwa pikiran itu sedang melayang, dan berusaha tidak terhanyut dalam pikiran tersebut.

"Cobalah fokus pada sesuatu yang tidak terlalu penting, tapi konsisten. Apakah itu mantra atau suara napas."

"Ketika kamu mendapati pikiranmu melayang, tertawakan dirimu karena mendapati pikiranmu melayang. Namun sadari, kemudian bawa kembali dirimu ke titik kontemplasi," kata dia.

Baca juga: Ini Cara Meditasi yang Benar untuk Hilangkan Stres

2. Di mana harus bermeditasi?

Ilustrasi meditasi di kantorJohn Lund/Tiffany Schoepp Ilustrasi meditasi di kantor
Sebenarnya kita bisa bermeditasi di mana saja kita merasa nyaman. Banyak orang, baik secara sengaja mapun tidak, memanfaatkan perjalanan sehari-hari untuk bermeditasi.

Namun, kebiasaan ini mungkin perlahan hilang karena virus corona membuat banyak dari kita bekerja di rumah, sehingga banyak orang kehilangan rutinitas meditasinya.

"Konsistensi bermeditasi ketika bepergian adalah hal yang sangat baik," katanya. Namun jangan tergantung pada satu tempat saja.

Secara umum, orang akan menyarankan untuk menemukan tempat yang tenang untuk bermeditasi. Hal ini tidaklah salah, karena tempat yang tenang akan membuat kita lebih mudah rileks, fokus, dan pasrah.

Tetapi, Macleod mengatakan jangan terlalu memaksa diri untuk bermeditasi di waktu dan tempat tertentu. Disiplin dan rutinitas adalah hal penting, tetapi itu bukanlah segalanya.

Jika kamu bisa, temukan ruang yang konsisten dan tenang, tetapi jangan terpaku pada tempat seperti itu saja.

Kamu tentu tidak harus ke kaki pegunungan Himalaya untuk bermeditasi seperti seorang biarawan.

Baca juga: Begini Cara Pria Lakukan Meditasi untuk Kurangi Stres

3. Memposisikan diri dengan nyaman

Di mana pun kamu bermeditasi, Macleod merekomendasikan untuk duduk di kursi atau bangku dengan bantal, jaga agar kaki tetap rata dan tulang belakang lurus.

"Aktifkan otot intimu," Macleod merekomendasikan.

Kamu mungkin pernah melihat seorang pemain piano profesional duduk dengan tegak tetapi tetap terlihat nyaman. Nah, itulah kira-kira yang perlu kamu lakukan.

Terakhir, sadarilah keberadaanmu saat ini. Rasakan apa yang kamu alami selama meditasi tanpa perlu mencernanya. Rasakan saja.

Selain itu, jangan bermeditasi dengan harapan apapun, termasuk berpikir tentang betapa rileksnya nanti setelah meditasi. Harapan justru akan membuyarkan kesadaran kita, karena kita akan terlalu memikirkan masa depan dan lupa merasakan apa yang terjadi saat ini.

Dan, seperti aktivitas apapun, semakin sering kamu melakukannya, akan semakin baik kamu dalam hal tersebut.

Selamat mencoba.

 



Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X