Sebelum Vaksin Ditemukan, Tetaplah Jaga Jarak dan Pakai Masker

Kompas.com - 13/07/2020, 15:26 WIB
Penumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang dengan berjaga jarak duduk di kereta MRT tujuan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Para pakar sedang mengembangkan vaksin untuk Covid-19. Namun, belum ada titik terang mengenai kapan vaksin bisa segera digunakan.

Oleh sebab itu, seorang ahli asal Perancis mengingatkan agar orang-orang menjaga jarak sosial dengan lebih serius karena kecil kemungkinan vaksin untuk virus corona bisa tersedia pada tahun 2021.

"Vaksin membutuhkan beberapa tahun dalam pengembangan," kata ahli epidemiologi Arnaud Fontanet, anggota tim ilmuwan yang memberi nasihat tentang krisis, di stasiun televisi BFMTV.

"Tentu saja, ada upaya luar biasa saat ini untuk mengembangkan vaksin, tetapi saya akan sangat terkejut jika kita punya vaksin yang efektif pada tahun 2021," ujar dia.

Fontanet menambahkan, andaipun kita memiliki satu vaksin yang berfungsi, kita masih sangat jauh dari akhir krisis.

"Karena itu, kita harus hidup dengan virus ini," katanya.

"Setidaknya hormati jarak fisik," ucap Fontanet yang menekankan bahwa kegiatan berkumpul dalam jumlah besar merupakan ancaman utama.

Sekelompok dokter terkemuka di Perancis juga mengingatkan orang-orang untuk mengenakan masker di area publik sebagai upaya mencegah gelombang kedua virus corona.

Fontanet mengatakan, risiko utama munculnya klaster virus baru adalah di ruang terbatas, seperti kapal pesiar, ruang olahraga, diskotik, perumahan, dan tempat-tempat ibadah.

Pada Rabu (8/7/2020), Pemerintah Perancis mengatakan sedang bersiap untuk menghadapi gelombang kedua Covid-19.

Namun, bukannya melakukan lockdown berskala nasional, melainkan mereka akan menggunakan langkah seperti anjuran bertahan di rumah atau menutup bisnis.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X