Waspadai Perubahan Perilaku Nyamuk "Aides Aigepty" - Kompas.com

Waspadai Perubahan Perilaku Nyamuk "Aides Aigepty"

Kompas.com - 08/05/2010, 03:51 WIB

Serang, Kompas - Perubahan perilaku nyamuk Aides aigepty merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai warga agar bisa menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue. Perubahan perilaku tersebut meliputi habitat, kemampuan terbang, dan juga waktu menggigit.

”Dulu nyamuk pembawa virus DBD dikenal menyukai air jernih, tetapi belakangan ditemukan pula di air kotor,” kata Kepala Subbidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dendi di Serang, Provinsi Banten, Jumat (7/5).

Sekarang, nyamuk itu ternyata juga bisa berada di lantai tingkat atas. Padahal, dulunya nyamuk ini dijumpai di lantai bawah dengan ketinggian terbangnya sekitar dua meter ke arah vertikal.

Sebelumnya, diketahui juga bahwa nyamuk Aides aigepty terbiasa menggigit pada pagi hari, yakni sekitar pukul 10.00, dan pada sore hari antara pukul 14.00 dan 18.00. Namun, nyamuk itu sekarang juga menggigit pada malam hari. Selain akibat mutasi gen, kata Dendi, perubahan perilaku nyamuk dimungkinkan sebagai bentuk adaptasi serangga itu terhadap lingkungan dan faktor lainnya yang juga berubah.

Dendi meminta warga menghilangkan sarang nyamuk, memasang kasa antinyamuk di lubang ventilasi, tak menggantung pakaian, dan selalu mencermati agar gorden tidak menjadi tempat nyamuk menempel.

Sementara itu, kasus DBD yang terdeteksi di RS Cipto Mangunkusumo dan RSUD Tarakan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Namun, pasien DBD masih berobat silih berganti.

Kepala Bagian Pemasaran dan Humas RSCM Antaria, Jumat (7/5), mengatakan, pelayanan kesehatan untuk penderita DBD mendapatkan jaminan dari Pemprov DKI Jakarta. Dua bulan terakhir, setiap hari ada 1-3 pasien yang berobat karena DBD. Sebagian besar bisa diobati. Satu pasien meninggal pada awal Mei ini lantaran terlambat berobat.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan RSUD Tarakan, jumlah penderita DBD yang dirawat rata-rata lima orang per hari. ”Hingga kini belum ada lonjakan kasus DBD di RSUD Tarakan. Velbed juga belum dipakai,” ucapnya.

Di Kota Depok, warga mencemaskan penyebaran DBD. ”Warga meminta fogging di Cimanggis dan Sawangan. Kami masih mengupayakan,” tutur Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Lingkungan Dinas Kesehatan Depok Ani Rubiyani. (CAS/ART/NDY)

Editor
Terkini Lainnya
Dekorasi Hijau Jadi Tren Pesta Pernikahan Tahun 2017

Dekorasi Hijau Jadi Tren Pesta Pernikahan Tahun 2017

Look Good
Selalu di Rumah, Mengapa Tumit Sering Pecah-pecah?

Selalu di Rumah, Mengapa Tumit Sering Pecah-pecah?

Look Good
Bentuk Kesan Pertama, Jangan Lupakan Gestur dan Kesehatan Gigi!

Bentuk Kesan Pertama, Jangan Lupakan Gestur dan Kesehatan Gigi!

BrandzView
Coretan 'Bening' Eko Nugroho di Botol Aqua Reflections

Coretan "Bening" Eko Nugroho di Botol Aqua Reflections

Look Good
Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Kunjungi Bridestory Market untuk Rencanakan Pernikahan Terbaik

Feel Good
Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Kulit Ekstra Kering Butuh Pelembab Khusus

Look Good
Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Jumlah Sperma Pria Modern Makin Sedikit

Feel Good
Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Hair Expo, Ajang Berkumpulnya Pelaku Industri Tata Rambut

Look Good
Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Menghadapi Kenyataan Orangtua Selingkuh

Feel Good
Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Eat Good
Dua Essential Oils Paling Populer

Dua Essential Oils Paling Populer

Feel Good
Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Lebih Bugar dan Rileks dengan Essential Oils

Feel Good
10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

10 Momen Seksi Pria di Mata Wanita

Look Good
Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Jika Calon Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

Feel Good
Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Sukses Kembangkan Bisnis dengan Instagram

Look Good
Close Ads X