Perempuan Rentan Gangguan Jiwa Ringan - Kompas.com

Perempuan Rentan Gangguan Jiwa Ringan

Kompas.com - 25/05/2010, 03:58 WIB

Jakarta, Kompas - Perempuan yang mengalami gangguan jiwa ringan dua kali lebih banyak daripada laki-laki. Kerentanan tersebut antara lain disebabkan oleh faktor budaya.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007 menyebutkan, prevalensi penduduk berusia lebih dari 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional ringan pada perempuan 16 persen dan pada laki-laki 9 persen.

”Perempuan yang kerap diperlakukan sebagai makhluk tidak berdaya menginginkan kesetaraan dengan laki-laki. Namun, pola asuh tidak selalu demikian atau masih mendua,” ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Tun Kurniasih Bastaman di sela seminar kesehatan jiwa yang diadakan Kementerian Kesehatan, Senin (24/5). Itu menyebabkan perempuan lebih rentan bunuh diri.

Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia, Albert Maramis, mengungkapkan, faktor biologis seperti siklus hormonal, persalinan, dan menopause ikut memengaruhi gangguan emosional pada perempuan. Faktor lainnya ialah kondisi sosial yang kerap menempatkan perempuan pada posisi tidak menguntungkan. Hal itu bisa menjadi pemicu stres.

Secara sederhana, gangguan mental atau kejiwaan dapat dikelompokkan menjadi gangguan emosional ringan dan gangguan berat seperti schizophrenia, manik depresif, dan psikosis.

Laki-laki lebih berat

Tun menambahkan, perempuan dan laki-laki mempunyai risiko yang sama untuk menderita gangguan jiwa berat.

Namun, derajat keparahan gangguan jiwa berat itu lebih besar pada pria sehingga penderita pria lebih banyak yang harus dirawat di rumah sakit jiwa. Gangguan kejiwaan berpengaruh pada pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mencontohkan, penelitian di beberapa tempat di Jawa Barat menunjukkan, ibu hamil yang memeriksakan kehamilan ke puskesmas, 36 persen di antaranya menunjukkan gejala mental emosional.

”Dengan keadaan demikian, diduga ibu tidak merawat kehamilannya dengan baik,” ujarnya. Kondisi itu memengaruhi ke kesehatan ibu dan bayi yang dikandung. Kesehatan ibu dan anak adalah salah satu indikator pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium. Dia berpandangan, peran pelayanan konseling jadi semakin penting. (INE)

 

Editor

Terkini Lainnya

Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Berjiwa Muda, Kunci Tingkatkan Kualitas Kehidupan Seks

Feel Good
Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Tips Sukses Kembangkan Bisnis Lewat Instagram

Feel Good
Dipamerkan Foto Putri Diana yang Belum Pernah Dipublikasikan

Dipamerkan Foto Putri Diana yang Belum Pernah Dipublikasikan

Feel Good
Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Kiat Mengembangkan Diri di Era Digital

Feel Good
Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Feel Good
Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Jenis Teh dan Kopi yang Bisa Menambah Berat Badan

Eat Good
Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku 'Bullying'

Mencari Hukuman yang Tepat bagi Anak Pelaku "Bullying"

Feel Good
Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Melirik Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Eat Good
Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Waspadai Pola Makan di Luar Kebiasaan Pemicu Penyakit

Eat Good
Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Pilihan Kopi Favorit Bisa Ungkap Kepribadian

Eat Good
Kenapa Olahraga Harus Jadi Agenda Wajib Meskipun Sedang Sibuk?

Kenapa Olahraga Harus Jadi Agenda Wajib Meskipun Sedang Sibuk?

BrandzView
Kaitan Polusi Udara dengan Kanker Payudara

Kaitan Polusi Udara dengan Kanker Payudara

Feel Good
Seberapa Sering Sprei Harus Dicuci?

Seberapa Sering Sprei Harus Dicuci?

Feel Good
Pakai Pelumas Saat Berhubungan Seks Hambat Kehamilan?

Pakai Pelumas Saat Berhubungan Seks Hambat Kehamilan?

Feel Good
Berikan Pemahaman pada Anak Tentang Waktu Bermain Gadget

Berikan Pemahaman pada Anak Tentang Waktu Bermain Gadget

Feel Good
Close Ads X