Keajaiban Kurma untuk Puasa - Kompas.com

Keajaiban Kurma untuk Puasa

Kompas.com - 24/07/2011, 22:22 WIB

KOMPAS.com – Puasa bukan hanya kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kewajiban keagamaan. Di luar tujuan rohani, puasa juga dapat menjaga kesehatan apabila dilakukan dengan benar, misalnya mengatur pola makan. Dengan menurunkan porsi makanan berat, puasa Sebetulnya baik bagi lambung karena waktu makan lebih teratur, dan jenis makanan lebih terstruktur.

Hal ini disampaikan Achmad Chodjim, seorang penceramah yang biasa memberikan tausiyah pada beberapa event keagamaan. “Padatnya pekerjaan membuat kita tertekan. Ditambah lagi perut yang lapar, membuat puasa semakin terasa berat dan timbul rasa malas. Padahal, kalau semuanya diatur, kita tidak akan merasa depresi saat berpuasa,” ujar Achmad, saat talkshow mengenai keajaiban puasa yang diadakan oleh Bard Valley Medjool Dates di Tirtayu Healing Center, Jakarta, Sabtu (23/7/2011) lalu.

Pertama-tama yang harus dilakukan menurut Achmad adalah tidak menganggap pekerjaan sebagai beban. “Saat berpuasa, beraktivitas seperti biasa. Jangan merasa sedang berpuasa sehingga tidak ada bedanya bekerja sambil puasa atau tidak puasa. Lalu, perlu diingat bahwa yang sedang berpuasa adalah kita, bukan orang lain. Jadi biarkan saja teman-teman kantor yang tidak berpuasa, makan di depan kita. Atau kalau harus meeting di luar kantor dan itu di tempat makan, tidak perlu protes,” jelas Achmad.

Menurutnya, saat berpuasa kita harus kuat dengan godaan. Kalau memang sudah niat, kita tidak perlu meminta orang lain ikut-ikutan puasa untuk menghargai kita. Justru kita yang harus menghargai mereka yang tidak berpuasa, dengan tidak membiarkan mereka kelaparan. Kelak kita akan terbiasa berpuasa dalam keadaan apapun, tanpa merasa depresi.

Achmad menambahkan, puasa sebetulnya hanya mengubah jam makan dari siang menjadi malam. Oleh karena itu, porsi makan ketika berbuka puasa juga tidak boleh berlebihan karena lambung akan mengalami kejutan sehingga bekerja lebih keras.

“Sebaiknya berbuka dengan yang manis, salah satu contohnya adalah kurma. Makan dua sampai tiga butir kurma dan air putih cukup untuk berbuka untuk mengantarkan perut yang kosong agar siap menerima makanan berat,” ungkap penulis sejumlah buku tentang spiritualitas ini.

Menurutnya kurma dapat menetralisasi lambung dan membantu proses detoksifikasi setelah sehari penuh berpuasa. “Setelah makan kurma dan minum air putih, Anda  bisa sholat magrib dulu, bahkan bisa menunda makan sampai selesai sholat tarawih,” tambahnya.

Setelah itu, silakan mengonsumsi makanan berat dengan mengurangi karbohidrat. Sebab, meski kandungannya sedikit, namun karbohidrat memiliki ampas yang banyak. Memaksa mengonsumsi makanan yang berat dari segi karbohidrat akan membuat Anda merasa mengantuk setelah sahur dan berbuka, karena perut yang kosong dipaksa mengolah makanan-makanan berat.

Mengurangi porsi makanan berat, terutama karbohidrat, juga dapat membantu lambung bekerja lebih baik saat berpuasa. Selain itu, mengkonsumsi gula alami dari buah-buahan terutama kurma, dapat menambah daya tahan tubuh dan membantu masa penyembuhan setelah sakit.

Achmad  mengungkapkan bagaimana orang-orang di daerah Timur Tengah yang gersang dapat menahan lapar dan haus dalam kehidupan sehari-hari karena kebiasaan mereka mengonsumsi kurma. “Di Arab, air minum itu langka. Maka masyarakat banyak mengonsumsi kurma untuk menghilangkan haus sekaligus lapar,” jelasnya.

Untuk menetralisasi lidah setelah berpuasa, orang gemar minum sirup. Namun, Achmad menyarankan untuk mengonsumsi kolak saja. Banyak iklan minuman sirup saat bulan Ramadan menurutnya kurang tepat, karena sirup tidak baik diminum setelah berbuka. Sesekali memang tidak  apa-apa, tetapi kalau manisnya berlebihan dan diminum terus-menerus, sirup bisa merusak metabolisme tubuh.

Lagipula, kini kurma juga tak hanya bisa dikonsumsi sebagai buah biasa. Sudah banyak jenis kue yang terbuat dari kurma dan dijual di toko-toko kue atau pusat penjualan kurma. Mengonsumsi kue-kue yang terbuat dari kurma juga bisa dipilih untuk berbuka dengan makanan ringan tetapi sehat.

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorDini

    Terkini Lainnya

    Cara Cepat Mengatasi Mata Bintitan

    Cara Cepat Mengatasi Mata Bintitan

    Feel Good
    Kenali Penyebab Mata Sering Bintitan

    Kenali Penyebab Mata Sering Bintitan

    Feel Good
    Rutinitas Latihan Pemegang Rekor Ultra Marathon Michael Wardian

    Rutinitas Latihan Pemegang Rekor Ultra Marathon Michael Wardian

    Feel Good
    Sepatu Lari Hoka One One Punya Bantalan Lebih Tebal

    Sepatu Lari Hoka One One Punya Bantalan Lebih Tebal

    Look Good
    Kota Daejon di Korea Selatan Unggulkan Turisme Kecantikan

    Kota Daejon di Korea Selatan Unggulkan Turisme Kecantikan

    Look Good
    Cek Fungsi Mata Bayi Sedini Mungkin

    Cek Fungsi Mata Bayi Sedini Mungkin

    Feel Good
    5 Supermodel Legendaris Ini Masih Cantik dan Langsing

    5 Supermodel Legendaris Ini Masih Cantik dan Langsing

    Look Good
    Biar Tak Mudah Sakit, Rajinlah Konsumsi Apel

    Biar Tak Mudah Sakit, Rajinlah Konsumsi Apel

    Eat Good
    Jangan Biasakan Bawa 'Gadget' ke Toilet

    Jangan Biasakan Bawa "Gadget" ke Toilet

    Feel Good
    Semuanya Normal, tapi Kok Sulit Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya

    Semuanya Normal, tapi Kok Sulit Hamil? Mungkin Ini Penyebabnya

    Feel Good
    Starbucks dan Cerita Mereka yang Berkunjung ke Indonesia

    Starbucks dan Cerita Mereka yang Berkunjung ke Indonesia

    Eat Good
    Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal?

    Berapa Kali Nonton Porno yang Masih Dianggap Normal?

    Feel Good
    Pertanyaan Seks Paling Sering Ditanyakan di Internet

    Pertanyaan Seks Paling Sering Ditanyakan di Internet

    Feel Good
    Sisi Positif dan Negatif Anak Bermain Ponsel

    Sisi Positif dan Negatif Anak Bermain Ponsel

    Feel Good
    Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax

    Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax

    Feel Good
    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM