Tips Berpuasa bagi Ibu Menyusui - Kompas.com

Tips Berpuasa bagi Ibu Menyusui

Kompas.com - 01/08/2011, 08:50 WIB

KOMPAS.com Bulan suci Ramadhan memang selalu dinantikan oleh setiap Muslim di dunia. Keutamaan pahala di dalamnya membuat setiap Muslim berlomba-lomba untuk melakukan amalan sebanyak-banyaknya pada bulan ini.

Menunaikan puasa pada bulan Ramadhan hukumnya wajib, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, Allah telah memberikan ruhsah atau keringanan kepada ibu hamil dan menyusui dengan membolehkan berpuasa di luar Ramadhan atau dengan membayar fidiah.

Menyusui adalah fitrah yang pasti dilalui oleh seorang muslimah. Kemampuan seorang ibu untuk berpuasa pada masa-masa menyusui berkaitan erat dengan kondisi kesehatannya. Kesehatan ini berkaitan erat dengan pola hidup dan pola makan, apalagi pada bulan Ramadhan. Asupan gizi pada ibu menyusui harus memadai untuk menyuplai laktasi yang dibutuhkan oleh sang bayi.

Perbedaan paling signifikan pada bulan Ramadhan adalah waktu makan. Ibu yang biasanya makan pagi, siang, dan malam harus mengubah jam makan pada waktu sahur dan berbuka. Oleh sebab itu, dua waktu makan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memaksimalkan asupan gizi pada dua waktu makan tersebut.

Sebenarnya, saat berpuasa, ASI yang dihasilkan ibu menyusui tidak akan berubah dan berkurang kualitasnya karena saat itu tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi. Produksi ASI akan diambil dari zat gizi, yaitu energi, lemak, dan protein, serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Penggantian zat-zat tersebut akan terjadi pada saat berbuka sehingga ibu menyusui akan tetap sehat.

Oleh sebab itu, jumlah asupan gizi pada ibu menyusui yang berpuasa harus diperhatikan. Ibu menyusui harus tetap makan tiga kali sehari, saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan cadangan ASI dalam tubuh. Makanan dengan komposisi gizi berimbang, 50 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 20 persen lemak juga harus dipertahankan.

Berikut adalah beberapa tips mempertahankan kualitas dan kuantitas ASI saat puasa Ramadhan:

1. Memperbanyak konsumsi cairan

Saat berpuasa, cairan berkurang sebanyak 2-3 persen dalam tubuh. Tubuh menyesuaikan diri dengan mengurangi keringat dan produksi urine. Berbuka dengan minuman manis dan hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Meminum susu dapat menjadi alternatif untuk menambah energi dalam tubuh. Teh manis hangat, jus, dan kurma dapat memberikan energi lebih bagi tubuh ibu menyusui.

2. Menyeimbangkan komposisi gizi pada menu makanan

Pada dasarnya, tubuh ibu menyusui memerlukan 700 kalori setiap harinya. Pada saat berpuasa, 70 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan ini didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Sisanya didapat dari cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi pada saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih harus dipertahankan. Sebagai alternatif menu, satu porsi opor ayam sekitar 200 gram mengandung 700 kalori. Santan pada opor memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi. Jika dengan kuah, satu porsi opor mengandung 700 kalori, tetapi ayamnya hanya mengandung 200 kalori. Satu potong rendang dengan berat 340 gram mengandung lebih dari 800 kalori. Segelas es buah dengan ukuran 180 ml mengandung 173 kalori.

3. Istirahat yang Cukup

Pada saat bayi menyusui, saraf di permukaan payudara memberikan rangsangan ke kelenjar pada otak untuk memproduksi dua hormon yang memicu produksi ASI. Dua hormon ini adalah prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin memerintah sel-sel dalam payudara untuk memproduksi ASI. Hormon oksitosin menyebabkan otot-otot payudara berkontraksi, dan memompa ASI keluar dari puting. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa jumlah ASI akan terus bertambah sepanjang bayi tetap menyusui. Efeknya, ibu yang berpuasa akan lemas setelah menyusui. Beristirahat sejenak akan mengembalikan energi pada ibu. Tidak lupa, secara psikologis, keyakinan bahwa ASI akan tetap lancar selama berpuasa juga harus tetap dikuatkan. Ini berpengaruh besar pada produksi ASI.

Demikian tips berpuasa bagi ibu menyusui. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi bekal untuk memaksimalkan hari-hari di bulan suci Ramadhan mendatang. Namun, dianjurkan bagi ibu yang menyusui bayi 1-6 bulan untuk menunda berpuasa di bulan Ramadhan karena bayi usia 1-6 bulan memerlukan ASI eksklusif dan tidak memiliki asupan lain. Wallahu a’lam. (Tim Rumah Zakat) 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAsep Candra
    Terkini Lainnya
    Bijaksanalah Gunakan Media Sosial, Manajer HRD Mengawasi Anda
    Bijaksanalah Gunakan Media Sosial, Manajer HRD Mengawasi Anda
    Feel Good
    Bingung Memilih Kontrasepsi? Bicarakan di Website Ini
    Bingung Memilih Kontrasepsi? Bicarakan di Website Ini
    Feel Good
    Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak
    Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak
    Feel Good
    Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah
    Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah
    Feel Good
    Bisakah Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa?
    Bisakah Manusia Berhubungan Seks di Luar Angkasa?
    Feel Good
    Mengapa Kita dengan Mudah Menjadi Gemuk Lagi?
    Mengapa Kita dengan Mudah Menjadi Gemuk Lagi?
    Look Good
    Tahan Komentar Buruk Anda pada Kemampuan Bermusik Anak
    Tahan Komentar Buruk Anda pada Kemampuan Bermusik Anak
    Feel Good
    Ada di Manakah Pria Paling Tampan di Amerika Serikat?
    Ada di Manakah Pria Paling Tampan di Amerika Serikat?
    Look Good
    Minuman untuk Pulihkan Energi Setelah Marathon
    Minuman untuk Pulihkan Energi Setelah Marathon
    Eat Good
    Perempuan Lupa Jaga Makan dan Olahraga, Ini Bahaya Besar!
    Perempuan Lupa Jaga Makan dan Olahraga, Ini Bahaya Besar!
    BrandzView
    Mengarahkan Anak yang Berbakat Modelling
    Mengarahkan Anak yang Berbakat Modelling
    Look Good
    Standar Tampan Baru di 2017, Wajah Kotor dan Berminyak
    Standar Tampan Baru di 2017, Wajah Kotor dan Berminyak
    Look Good
    Adidas Serius Ciptakan 'Sneakers' dari Limbah Laut
    Adidas Serius Ciptakan "Sneakers" dari Limbah Laut
    Look Good
    Obesitas Lebih Membahayakan Dibanding Rokok
    Obesitas Lebih Membahayakan Dibanding Rokok
    Feel Good
    Takaran Aman Konsumsi Kafein
    Takaran Aman Konsumsi Kafein
    Eat Good
    Close Ads X