5 Kondisi Tubuh yang Perlu Garam Lebih Banyak - Kompas.com

5 Kondisi Tubuh yang Perlu Garam Lebih Banyak

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 05/10/2017, 12:36 WIB
Peserta mengikuti lomba lari internasional Maybank Bali Marathon (MBM) 2016 di Gianyar, Bali, Minggu (28/8/2016). MBM 2016 memperlombakan kategori full-marathon (42,197 km), half-marathon (21,0975 km), 10K, dan lomba lari anak (children sprint) dengan total hadiah lebih dari Rp 2 miliar bagi 88 orang pemenang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Peserta mengikuti lomba lari internasional Maybank Bali Marathon (MBM) 2016 di Gianyar, Bali, Minggu (28/8/2016). MBM 2016 memperlombakan kategori full-marathon (42,197 km), half-marathon (21,0975 km), 10K, dan lomba lari anak (children sprint) dengan total hadiah lebih dari Rp 2 miliar bagi 88 orang pemenang.

KOMPAS.com - Kelebihan konsumsi garam memang berdampak negatif pada kesehatan, terutama meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Tapi, ternyata ada kondisi khusus yang membutuhkan asupan garam lebih tinggi dari biasanya.

Asupan garam yang direkomendasikan sehari sekitar 2.000 miligram atau satu sendok teh. Sayangnya, mayoritas orang kelebihan garam karena saat ini berbagai jenis makanan yang diproses memiliki takaran garam cukup tinggi.

Dalam kondisi tertentu, ternyata tubuh perlu asupan garam lebih tinggi. Apa saja?

1. Saat lari marathon
Atlet yang melakukan latihan olahraga intensif dalam periode panjang, misalnya lebih dari satu jam, butuh tambahan sodium.

"Bisa terjadi hiponatremia, yaitu kekurangan sodium dalam darah. Gejalanya pusing, kebingungan, lemah, bahkan kematian," kata ilmuwan makanan dan ahli gizi Joy Dubost, Ph.D.

Meski jarang, tapi hypnoatremia terjadi ketika seseorang berkeringat sangat banyak. Walau sudah minum banyak air, tapi diperlukan asupan yang mengandung sodium. Biasanya direkomendasikan untuk mengonsumsi minuman olahraga.

2. Tinggal di iklim yang panas
Keringat berlebih bisa menyebabkan kadar sodium rendah. Selain berolahraga, keringat juga akan mengucur deras saat kita berada di udara yang panas. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, pusing, atau haus berat.

3. Konsumsi obat bersifat diuretik
Beberapa jenis obat, terutama yang bersifat diuretik atau menarik cairan dari tubuh, bisa menyebabkan ketidakseimbangan mineral. Obat diuretik sering diresepkan untuk pasien hipertensi, jadi sebenarnya jika pasien tidak mengonsumsi makanan mengandung garam sama sekali juga bisa menyebabkan kadar sodium terlalu rendah.

4. Gangguan ginjal
Kehilangan garam nephropati merupakan salah satu penyakit ginjal yang membuat tubuh kesulitan menjaga keseimbangan kadar sodium. Orang dengan penyakit ini akan kehilangan sodium melalui urine. Gejalanya antara lain pusing, sakit kepala, lemah, dan kelelahan. Periksakan ke dokter untuk menemukan penyebab pastinya.

5. Lansia
Orang berusia lanjut, terutama berusia 80-an ternyata membutuhkan asupan garam sedikit lebih tinggi untuk meningkatkan kerja otak mereka. Demikian menurut studi terbaru yang dilakukan dalam skala kecil.

PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Sumber
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM